Follow kami di google berita

Nataru, Satpol PP Siagakan Petugas 24 Jam

TANJUNG REDEB – Menjelang pergantian tahun, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Berau mulai bersiap. Agar perayaan Natal dan Tahun Baru berlangsung aman dan tertib, petugas yang ada disiagakan selama 24 jam.

Petugas ini akan ditempatkan di beberapa titik, yang salah satu fokus utamanya adalah melakukan pengawasan peredaran minuman beralkohol, terutama yang dijual secara ilegal.

“Kami sudah mempersiapkan agenda pengamanan seperti tahun sebelumnya. Tim terpadu akan turun bersama untuk memastikan situasi perayaan Nataru aman dan tertib. Kami juga akan menambah pengawasan di tempat-tempat yang dianggap rawan,” kata Kepala Satpol PP Berau, Anang Saprani beberapa waktu lalu.

Tim akan melakukan penyisiran di titik-titik yang dianggap rawan termasuk di Tempat Hiburan Malam (THM) dan lokasi yang menjadi pusat aktivitas atau berkumpulnya keramaian masyarakat.

Anang juga menekankan pentingnya perayaan Tahun Baru yang dilakukan secara wajar tanpa melibatkan alkohol. Menurutnya, konsumsi alkohol kerap menjadi pemicu berbagai gangguan keamanan, mulai dari keributan hingga tindakan kriminal.

“Kami imbau masyarakat merayakan malam Tahun Baru bersama keluarga dan teman, tapi sebisa mungkin tanpa alkohol. Jika perayaan tidak lepas dari alkohol, dampaknya bisa luas dan sulit dikendalikan,” tegasnya.

Imbauan itu juga selaras dengan upaya pemerintah daerah, untuk menekan peredaran minuman keras ilegal yang belakangan kembali menjadi sorotan.

Anang mengakui bahwa penindakan terhadap bisnis miras ilegal tidak bisa sepenuhnya dilakukan secara frontal, mengingat peredarannya sering muncul kembali setelah razia digelar.

“Kami sidak hari ini, dua hari kemudian bisa muncul lagi. Begitulah dinamika di lapangan. Karena itu, kami butuh kerja sama masyarakat untuk sama-sama memberi informasi,” kata Anang.

Ia menilai persoalan miras ilegal kini menjadi “musuh bersama” yang harus ditangani lintas-instansi. Selain operasi rutin, koordinasi dengan TNI, Polri, dan kejaksaan akan terus ditingkatkan agar penindakan lebih efektif.

Anang menambahkan, tantangan pengawasan peredaran miras turut meningkat seiring berkembangnya sektor pariwisata di Kabupaten Berau. Kunjungan wisatawan yang beragam membawa karakter dan kebiasaan berbeda, termasuk kebutuhan hiburan.

“Berau ini sudah membuka diri sebagai daerah wisata. Pengunjung datang dengan berbagai latar belakang dan kebiasaan. Itu jadi tantangan yang harus kita hadapi bersama, bukan sebagai risiko yang membuat kita mundur,” pungkasnya. (Ard)

Bagikan

Subscribe to Our Channel