TANJUNG REDEB – Rencana pembuatan film Raja Alam “Sultan Alimuddin” mendapat dukungan dari Komisi II DPRD Kabupaten Berau sebagai upaya pelestarian budaya dan penguatan sejarah lokal. Dukungan itu disampaikan dalam rapat dengar pendapat bersama Organisasi Rabba Rimpa Bahari dan perangkat daerah terkait, Selasa (24/2/2026) siang.
Anggota Komisi II DPRD Berau, Gideon Andris, menyebut kegiatan tersebut memiliki semangat besar dalam melestarikan budaya Berau. Menurutnya, meski masih dalam tahap proses, gagasan pembuatan film tersebut patut mendapat dukungan dari berbagai pihak.
“Kalau saya secara pribadi dan mungkin dari Komisi II, sangat-sangat support untuk kegiatan ini, tinggal bagaimana OPD terkait bisa mencari celah agar ini bisa direalisasikan,” ujarnya.
Ia menekankan, keberhasilan proyek film ini membutuhkan dukungan menyeluruh, baik dari pemerintah daerah, perusahaan, maupun pihak lain yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian sejarah dan budaya lokal.
Selain itu, ia mengingatkan agar konsep film tidak hanya menonjolkan satu sisi, tetapi memuat nilai edukasi, budaya, hiburan, serta promosi daerah. Menurutnya, penggambaran sejarah Raja Alam harus disajikan secara utuh dan berimbang.
“Yang terpenting adalah sejarah-sejarah kita yang dituangkan dalam film ini. Jangan sampai hanya dilihat dari satu sisi saja,” tegasnya.
Komisi II DPRD Berau juga mendorong agar pembuatan film dilakukan secara maksimal. Gideon berharap, jika sudah dikerjakan, maka proyek tersebut dilakukan secara penuh agar mampu bersaing di tingkat nasional.
“Kalau memang full power, jangan lagi bicara bersaing di level lokal. Targetnya harus nasional,” ujarnya.
Ia menambahkan, salah satu tujuan penting dari pembuatan film ini adalah menjadikan sosok Raja Alam sebagai panggung nasional sekaligus memperkenalkan sejarah Berau kepada masyarakat luas.
“Harapan kami, Raja Alam bisa dikenal secara nasional. Itu juga menjadi tujuan kita bersama,” pungkasnya. (Man)













