TANJUNG REDEB – Potensi pengembangan budidaya air tawar, khususnya ikan nila di Kampung Batu-Batu, dinilai cukup besar oleh Dinas Perikanan Kabupaten Berau. Hal tersebut didukung oleh keberadaan kolam air tanah, serta minat masyarakat yang terus meningkat.
Selain itu, akses pasar juga dinilai terbuka lebar melalui kemitraan dengan pihak perusahaan. Kondisi tersebut menjadi peluang, untuk mendorong peningkatan produksi perikanan air tawar di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Perikanan Berau, Abdul Madjid, mengatakan pihaknya melalui Bidang Budidaya terus melakukan pendampingan kepada masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan monitoring dan evaluasi.
Menurutnya, monitoring dilakukan secara rutin untuk melihat perkembangan budidaya yang dijalankan masyarakat. Kegiatan ini mencakup pemantauan hama penyakit ikan serta kualitas lingkungan kolam.
“Monitoring ini penting untuk memastikan kegiatan budidaya masyarakat berjalan sesuai standar teknis,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dengan pengawasan tersebut diharapkan produktivitas budidaya ikan nila dapat terus meningkat. Selain itu, risiko kerugian akibat penyakit ikan juga bisa diminimalkan.
Dengan potensi yang ada, Kampung Batu-Batu diharapkan dapat menjadi salah satu sentra budidaya ikan nila di Kabupaten Berau. Pengembangan ini juga diproyeksikan mampu memperkuat ekonomi lokal berbasis perikanan. (Man)













