ENREKANG,– Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menjaga stabilitas harga bahan pokok, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) dan Pemerintah Kabupaten Enrekang siap menjalin kerja sama strategis lintas wilayah.
Langkah konkret ini akan dimulai melalui kunjungan kerja (kunker) Pemprov Kaltara ke Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, yang difasilitasi langsung oleh Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia.
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Koordinasi Kerja Sama Antar Daerah (KAD) yang sebelumnya membahas pemenuhan pasokan pangan antardaerah.
“Kunjungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara ke Enrekang akan difasilitasi oleh Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia,” ungkap Bupati Enrekang, H. Muh. Yusuf Ritangnga, Rabu (9/7).
Enrekang, Lumbung Hortikultura Berkualitas
Enrekang dikenal sebagai salah satu sentra hortikultura di Indonesia, dengan komoditas unggulan seperti bawang merah dan cabai yang telah terbukti kualitas dan volumenya. Berdasarkan data 2024 dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Enrekang, potensi produksi bawang merah mencapai 205.119 ton, sedangkan cabai sekitar 11.000 ton per tahun.
Komoditas ini dinilai sangat strategis untuk menjaga stabilitas harga di wilayah Kalimantan Utara, yang selama ini masih bergantung pada distribusi luar daerah.
“Komoditas hortikultura seperti bawang merah dan cabai sangat vital untuk mendukung ketahanan pangan serta pengendalian inflasi, khususnya di Kaltara,” tambah Bupati Yusuf.
Sinergi untuk Kesejahteraan Petani dan Stabilitas Ekonomi
Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum, mendapat apresiasi atas inisiatif membangun kemitraan antardaerah yang tak hanya memperkuat sistem pangan nasional, tetapi juga membuka akses pasar yang lebih luas bagi petani Enrekang.
Kerja sama ini diharapkan mampu meningkatkan serapan hasil pertanian, mengurangi disparitas harga, dan menjadi instrumen nyata dalam pengendalian inflasi di kedua wilayah.
“Melalui kerja sama ini, harga komoditas seperti bawang merah dan cabai dapat terjaga stabilitasnya, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani lokal,” pungkas Bupati Yusuf Ritangnga.
Dengan potensi besar yang dimiliki Enrekang dan kebutuhan pasokan pangan yang tinggi di Kaltara, sinergi ini diharapkan menjadi model kerja sama antardaerah yang efektif, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi masyarakat.(Lia)













