TANJUNG REDEB – Beberapa peristiwa di objek wisata pesisir yang membahayakan jiwa pengunjung saat musim libur Lebaran tahun ini, menjadi tamparan keras dunia wisata Kabupaten Berau. Minimnya akses keselamatan hingga tak adanya lifeguard atau penjaga pantai, mulai dipertanyakan.
Seorang lansia yang mengalami serangan jantung saat berwisata, dan seorang anak berusia 9 tahun yang harus dilarikan ke puskesmas lantaran terhantam kayu log saat berlibur di Lamin Guntur, pada Selasa (24/3/2026) kemarin, menjadi warning atau peringatan agar sarpras dan SDM wisata Berau bisa lebih dilengkapi.
Ditemui Rabu (25/3/2026), Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Samsiah mengakui jika sampai saat ini memang belum ada lifeguard khusus yang disiagakan di objek wisata sepanjang pesisir Berau.
“Memang belum ada, tapi kalau dari pihak pengelola dan pemilik homestay, biasanya mereka ada petugas yang berjaga. Mungkin saat kejadian itu sedang ramai pengunjung jadi tidak bisa diawasi keseluruhan,” ujarnya.
Diakuinya, beberapa kejadian di lokasi wisata baik yang di pesisir maupun di objek wisata selain bahari, menjadi bahan evaluasi oleh Disbudpar Berau. Bahkan, di setiap tahun dilakukan ekstra pengawasan dan pengamanan di objek wisata.
“Kita ada posko bersama di beberapa objek wisata yang ramai dikunjungi selama musim liburan sekolah maupun hari raya keagamaan. Disitu kita siapkan tim mulai dari Basarnas hingga PMI selalu siap sedia,” tambahnya.
Tak hanya itu, pihak kampung juga diminta lebih aware dengan kondisi ramai pengunjung itu. Koordinasi selalu dilakukan dengan cepat ketika ada kejadian tak terduga di lokasi wisata.
Puskesmas pembantu (Pustu) dan nakes yang ada di kampung dan kecamatan, juga selalu disiagakan untuk bersiap mengambil tindakan langsung.
“Ini sebagai bentuk antisipasi sebelum kejadian yang tak diinginkan terjadi,” pungkasnya. (Ard)













