TANJUNG REDEB – Masa mudik hingga pasca Lebaran Idulfitri, menjadi masa-masa kritis fasilitas kesehatan dibutuhkan. Di Berau sendiri, RSUD Abdul Rivai khususnya Instalasi Gawat Darurat (IGD) siap melayani masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Berau pun menggelar rapat koordinasi bersama RSUD Abdul Rivai dan seluruh puskesmas di wilayah perkotaan. Rapat tersebut membahas kesiapan layanan kesehatan selama perayaan Idulfitri.
Rapat koordinasi ini difokuskan pada penguatan layanan kesehatan 24 jam serta optimalisasi sistem rujukan antar fasilitas kesehatan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi potensi peningkatan kasus kegawatdaruratan selama periode mudik dan libur panjang.
Selain memastikan kesiapan Instalasi Gawat Darurat (IGD), Dinkes juga menyoroti penanganan kasus maternal dan neonatal yang membutuhkan respons cepat serta koordinasi yang baik antara puskesmas dan rumah sakit.
Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Berau, Lamlay Sarie, juga mendorong pemanfaatan Sistem Informasi Rujukan Terintegrasi (SISRUTE) agar proses rujukan pasien dapat berlangsung lebih cepat dan terpantau dengan baik.
“Pemanfaatan SISRUTE harus semakin dioptimalkan agar proses rujukan pasien dapat berlangsung lebih cepat, terpantau, dan sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku,” ujar Lamlay Sarie beberapa waktu lalu.
Dinkes menilai, penguatan sistem rujukan menjadi langkah penting untuk memastikan pasien yang membutuhkan penanganan lanjutan dapat segera mendapatkan pelayanan yang tepat di fasilitas kesehatan rujukan.
“Kami ingin memastikan tidak ada keterlambatan dalam penanganan kasus gawat darurat, terutama yang berkaitan dengan keselamatan ibu dan bayi,” tambahnya.
Selain itu, seluruh fasilitas kesehatan juga diminta menyiapkan sumber daya manusia secara maksimal. Pengaturan jadwal cuti tenaga kesehatan hingga penyiapan tenaga tambahan menjadi bagian dari strategi untuk menjaga layanan tetap berjalan selama masa libur.
Di sisi lain, koordinasi lintas sektor juga akan diperkuat melalui pembentukan pos kesehatan di sejumlah titik strategis arus mudik.
Melalui langkah tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Berau berharap pelayanan kesehatan bagi masyarakat tetap terjaga selama perayaan Idulfitri.
“Sinergi antara dinas, rumah sakit, dan puskesmas menjadi kunci agar masyarakat tetap mendapatkan layanan kesehatan yang cepat dan tepat selama masa libur Idulfitri,” pungkasnya. (Ta)













