DPUPR Ungkap Berau Terancam Kekurangan Air Bersih di 2024

A-News.id, Tanjung Redeb – Air bersih merupakan kebutuhan pokok mendasar bagi masyarakat, untuk itu pemenuhannya perlu menjadi perhatian berbagai pihak khususnya pemerintah. Dari data Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Berau (DPUPR) masih banyak kawasan di Berau yang belum sepenuhnya teraliri air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Pada target 2023 Dinas PUPR akan menyelesaikan tiga pengerjaan baik yang berada dalam kota maupun kecamatan dan kampung. Yakni, seperti pengembangan jaringan distribusi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Labanan agar dapat memperluas sambungan ke rumah warga, pembenahan dan pengelolaan IPA Batu Putih dan terakhir penambahan kapasitas pengolahan air di IPA induk Raja Alam.

Terutama supporting penambahan pengolahan air baru di IPA Induk Raja Alam, diakui Kabid Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Radite Hari Soeryo, itu menjadi perhatian karena menurut informasi dari Dirut Perumda Batiwakkal Saiful Rahman, penyediaan airnya sudah over kapasitas (kelebihan batas kemampuan).

“Kalau tidak ada penambahan kapasitas, dikhawatirkan tahun 2024-2025 Berau akan kekurangan air bersih, jadi supporting diperlukan meskipun itu secara bertahap,” demikian ujar, Senin (19/12/2022).

Sebab dari perhitungan, sejatinya dengan kapasitas produksi 600 liter perdetik maka sambungan rumah yang dapat terlayani hanya 30 ribu sambungan. Sementara nyatanya, saat ini pelanggan PDAM sudah mencapai 33 ribu jiwa.

“Kemungkinan juga menurut informasi dari teman-teman PDAM kalau itu tidak kita tangani maka akan ada gangguan pelayanan, seperti pengaliran air dilakukan secara bergilir atau yang terburuk adalah satu hari berhenti, hari berikutnya baru air mengalir,” tambahnya.

“Itu yang sangat dihindari, terlebih Berau dengan jalur wisata yang tinggi tentu memalukan apabila itu mengganggu kenyamanan wisatawan yang berkunjung,” tandasnya.

Keterbatasan anggaran membuat DPUPR baru bisa menangani tiga proyek tersebut tahun 2023 mendatang. Padahal diakui Radite, untuk pemerataan pemenuhan air bersih ke warga masih menjadi pekerjaan rumah yang belum juga terselesaikan apalagi yang berada di kampung-kampung pelosok. (mik)

Bagikan