Follow kami di google berita

DPMK Kejar Target Peningkatan Status Kampung di Kelay

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau mulai memfokuskan langkah pada intervensi konkret untuk mendorong kenaikan status kampung di Kecamatan Kelay. Berbagai strategi disiapkan guna mempercepat transformasi kampung dari berkembang menjadi maju hingga mandiri.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau, Tenteram Rahayu, menegaskan bahwa kondisi saat ini menunjukkan masih adanya kesenjangan status kampung di Kelay. Dari total 14 kampung, enam kampung telah berstatus maju, sementara delapan lainnya masih berkembang dan belum ada yang mencapai kategori mandiri.

“Ini yang menjadi fokus utama intervensi kita. Bagaimana kampung-kampung yang masih berkembang bisa segera didorong naik statusnya melalui program yang lebih terarah dan terukur,” ujar Tenteram Rahayu dalam laporannya, Senin (13/4/2026).

Menurutnya, pembentukan Tim Percepatan Pembangunan Berkelanjutan menjadi instrumen penting dalam mengawal proses tersebut. Tim ini akan menyusun rencana aksi, memastikan sinkronisasi program lintas OPD, serta melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala.

Tidak hanya itu, intervensi juga akan diarahkan pada penguatan kapasitas kampung, pemanfaatan potensi lokal, hingga pembukaan peluang kemitraan dengan pihak swasta. Langkah ini dinilai penting, terutama di tengah keterbatasan anggaran pemerintah.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan APBD. Harus ada kolaborasi, termasuk membuka peluang kerja sama dengan pemegang izin usaha di wilayah sekitar, agar kampung memiliki sumber pendapatan baru,” jelasnya.

Dalam forum tersebut, peserta yang terdiri dari kepala kampung, BPK, dan lembaga adat juga diminta untuk mengidentifikasi persoalan serta potensi wilayah melalui analisis SWOT. Hasilnya akan menjadi dasar dalam menentukan bentuk intervensi yang tepat sasaran untuk masing-masing kampung.

Tenteram menambahkan, intervensi yang dilakukan nantinya harus selaras dengan arah pembangunan daerah, sehingga mampu memberikan dampak berkelanjutan, bukan sekadar program jangka pendek.

“Kita ingin percepatan ini benar-benar terasa. Tidak hanya naik status di atas kertas, tapi juga diikuti peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (Ta)

Bagikan

Subscribe to Our Channel