TANJUNG REDEB – Abrasi di Pulau Derawan semakin mengkhawatirkan. Pemerintah kampung setempat kembali menegaskan urgensi pembangunan penahan abrasi yang hingga kini belum juga terealisasi, padahal usulan ini telah diajukan selama bertahun-tahun.
Kepala Kampung Pulau Derawan, Indra Mahardika, menyampaikan bahwa abrasi yang terjadi dari tahun ke tahun terus menggerus garis pantai dan mulai berdampak langsung pada bangunan di wilayah pesisir tersebut.
Ia mengungkapkan, sedikitnya lima bangunan dilaporkan telah hancur akibat abrasi yang tak kunjung ditangani. Kondisi ini dinilai sangat berisiko, tidak hanya bagi rumah warga, tetapi juga bagi fasilitas pariwisata seperti resort yang menjadi penopang ekonomi masyarakat setempat.
“Pembangunan penahan abrasi ini sangat kami harapkan bisa segera dilaksanakan. Sudah puluhan tahun kami ajukan, bahkan setiap tahun terus diusulkan, namun hingga saat ini belum terealisasi,” ujar Indra Mahardika saat dikonfirmasi kemarin.
Menurutnya, keterlambatan penanganan abrasi dapat memperparah kerusakan yang ada dan mengancam keberlanjutan Pulau Derawan sebagai destinasi wisata unggulan.
Ia menegaskan bahwa langkah konkret perlu segera diambil untuk melindungi kawasan tersebut.
“Ini wajib segera dilaksanakan, karena Derawan adalah aset pariwisata yang harus dijaga dan diperhatikan,” ungkapnya.
Pemerintah kampung pun berharap adanya perhatian serius dari pihak terkait agar pembangunan penahan abrasi dapat segera direalisasikan, demi melindungi lingkungan, permukiman warga, serta keberlangsungan sektor pariwisata di Pulau Derawan. (Ta)













