Proyek Abrasi Pulau Derawan Butuh Rp180 Miliar

TANJUNG REDEB – Perencanaan infrastruktur dasar dan penanganan abrasi di kawasan destinasi wisata prioritas, Pulau Derawan dan Pulau Maratua terus dimatangkan.
Langkah ini mencakup penyelesaian masalah krisis air bersih hingga perlindungan pesisir pantai dari ancaman abrasi yang kian mengkhawatirkan.
“Penanganan abrasi di Pulau Derawan menjadi salah satu fokus utama yang membutuhkan perhatian serius. Anggaran sebesar Rp25 miliar yang sempat dialokasikan sebelumnya, belum dapat dieksekusi secara maksimal akibat alotnya proses perizinan lingkungan (AMDAL),” ujar Kabid Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Berau, Hendra Pranata beberapa waktu lalu.
Proses perizinan lingkungan di kawasan pesisir membutuhkan kajian mendalam, untuk memastikan metode pengerjaan, seperti pengerukan alur material tidak merusak struktur alam serta ekosistem Pulau Derawan.
“Kajiannya sangat detil karena kondisi arus dan iklim setempat jika disinggahi pekerjaan fisik di pinggir pantai bisa mengubah bentuk pulau secara keseluruhan. Saat ini perizinan lingkungan sudah memasuki tahap akhir setelah survei tambahan dari BPK, dan ditargetkan rampung tahun ini,” tambahnya.
Guna mengcover penanganan abrasi di hampir separuh wilayah Pulau Derawan, total kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp 180 miliar. Pemerintah daerah merencanakan pengalokasian anggaran secara bertahap mulai tahun anggaran 2027 mendatang. (Ard)




















