Follow kami di google berita

Tertunda, Rumah Produksi Terasi Berau Tetap Disiapkan Jadi Sentra Oleh-Oleh

‎TANJUNG REDEB – Rumah Produksi Terasi di Berau dirancang bukan hanya sebagai tempat pengolahan, tetapi juga menjadi bagian dari kawasan pendukung pariwisata menuju Biduk-Biduk.

‎Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, Eva Yunita, mengatakan fasilitas tersebut akan mengintegrasikan proses pengolahan, pengemasan hingga pemasaran produk dalam satu kawasan.

‎“Konsep kami ada ruang pengolahan dulu karena bantuan alat sudah ada,” ujar Eva.

‎Konsep itu sekaligus diarahkan menjadi titik singgah bagi wisatawan. Pengunjung yang hendak menuju Biduk-Biduk nantinya dapat membeli produk lokal, menikmati kuliner hingga menggunakan fasilitas pendukung.

‎“Orang yang mau wisata ke Biduk-Biduk bisa mampir, belanja oleh-oleh, sekalian makan dan ada tempat salat,” jelasnya.

‎Namun, pembangunan fasilitas tersebut belum bisa diselesaikan sekaligus. Satu bangunan telah rampung, sedangkan fasilitas lainnya masih menyesuaikan kondisi keuangan daerah.

‎Eva menyebut, penurunan kemampuan fiskal membuat pemerintah harus memilah program yang dapat dibiayai. Diskoperindag tidak ingin memaksakan pembangunan apabila anggaran daerah belum memungkinkan.

‎Meski demikian, peluang pendanaan dari luar daerah tetap akan dikejar, termasuk melalui pemerintah pusat.

‎“Kalau ada peluang sumber dana dari luar, tentu kami upayakan untuk melanjutkan pembangunan supaya rumah produksi ini bisa beroperasi maksimal,” katanya.

‎Menurut Eva, tiga bangunan menjadi prioritas karena dinilai sudah cukup untuk menggerakkan kegiatan utama. Sementara fasilitas pendukung seperti musala dapat dibangun secara bertahap.

‎Jika pembangunan lanjutan belum terealisasi pada 2027, bangunan yang sudah tersedia akan tetap didorong untuk dimanfaatkan. Diskoperindag akan berkoordinasi dengan pemerintah kampung agar fasilitas tersebut tidak terbengkalai.

‎“Kalau belum bisa dilanjutkan, kami komunikasikan dengan kepala kampung agar bangunan yang ada dimanfaatkan terlebih dahulu,” pungkasnya. (Akm)

Bagikan

Subscribe to Our Channel