SAMBALIUNG – Meskipun Bekudung Betiung di Kampung Tumbit Dayak masuk dalam kalender event tahunan pariwisata Berau, namun tak lantas membuat event ini bisa berjalan begitu saja. Faktanya, event ini berjalan secara mandiri oleh pemerintah kampung.
Dari laporan ketua panitia penyelenggara festival budaya ini, total Rp400 juta lebih dana yang terkumpul hingga bisa terlaksananya event tahunan, yang digadang-gadang menjadi magnet wisatawan ini.
“Total uang masuk sebesar Rp426.828.000. Adapun bantuan, dukungan, dan penggunaan yang telah diterima panitia dari sponsor dan donatur adalah dana dari seluruh perusahaan yang berada di wilayah lingkar Kampung Tumbit Dayak sebesar Rp314.500.000. dan yang lainnya berasal dari donatur perorangan,” beber Ketua Panitia Wahyu Ramdani dalam laporannya, Kamis (25/6/2026).
Tak hanya donatur dan pihak ketiga, masyarakat sekitar pun ikut bergotong royong agar acara ini bisa terlaksana. Sumbangan RT 1 sampai RT 8 yang dikumpulkan mencapai Rp13.288.000. Karyawan domisili dan rekan Tumbit Dayak sebesar Rp48.540.000.
“Juga ada anggaran dana kampung yang baru masuk sebesar Rp20.000.000. Kemudian dari Lembaga Tumbit Dayak sebesar Rp11.000.000. Selain itu, ada juga sumbangan beras dari RT 1 sampai RT 8 total 161,9 kg,” tambahnya.
Dengan anggaran yang cukup besar itu, event selama seminggu penuh ini diharapkan bisa berjalan maksimal. Bahkan, untuk hadiah lomba pun disisihkan sebesar Rp39 juta.
“Untuk itu, atas nama panitia seluruh masyarakat Kampung Tumbit Dayak, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan memberikan dukungannya. Dukungan tersebut merupakan bukti nyata semangat kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian terhadap pelestarian adat budaya serta pembangunan Kampung Tumbit Dayak,” tutupnya. (Ard)













