TANJUNG REDEB – Kenaikan harga sejumlah bahan pokok di Kabupaten Berau atau inflasi masih didominasi ikan dan sayuran. Hal ini mendorong pemerintah daerah menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Lapangan Pemuda Tanjung Redeb, Sabtu (9/5/2026) pagi.
Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Pangan Berau, Basri, mengatakan rata-rata harga pangan saat ini mengalami kenaikan, bahkan sebagian telah berada di atas harga acuan pemerintah.
“Kita perlu lakukan antisipasi agar tidak terjadi kenaikan lebih jauh,” ujarnya.
Inflasi pada April 2026 lalu dipicu kenaikan harga sejumlah komoditas pangan, terutama ikan dan sayuran. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan dilaksanakannya Gerakan Pangan Murah untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
“Inflasi bulan April kemarin itu terdiri dari ikan dan sayuran, makanya kita lakukan kegiatan GPM ini, dengan melibatkan para kelompok tani juga,” katanya.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan program yang digagas Bank Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Berau melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Sejumlah organisasi perangkat daerah turut dilibatkan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
“OPD yang terlibat ada Dinas Pangan, Perikanan, Pertanian, Diskoperindag dan Bulog,” tutupnya.
Basri menegaskan, target utama pelaksanaan GPM adalah menjaga stabilitas harga pangan di tengah kenaikan harga yang terjadi di pasaran. (Man)













