TANJUNG REDEB – Matahari masih terlelap saat satu persatu pelari mulai memasuki halaman kantor Bupati Berau pada Minggu (3/5/2026) pagi. Dengan menggunakan atribut kaos bertuliskan Scout Run Berau 2026 dengan setelan olahraga dan sepatu. Tak lupa, aksesoris yang matching seperti topi dan tas pinggang, juga menjadi pelengkap performa mereka saat berlari.
Tak hanya dewasa, remaja hingga anak-anak terlihat antusias mengikuti event perdana yang mempertemukan seluruh pelari atau bahasa gaulnya Runner dari seluruh Indonesia di satu ajang gelaran Kwarcab Berau ini.
Tercatat sebanyak 1300 pelari dari 46 Kabupaten/Kota tampil dalam event ini. Mulai dari kabupaten di Kaltara, Jawa Barat, Sulawesi hingga Pulau Jawa. Total hadiah Rp51 juta untuk juara podium 1 hingga 5, menjadi pemantik semangat dalam berlari di jalur dalam kota Tanjung Redeb.
Memulai start di halaman Kantor Bupati, peserta juga harus mengakhiri di garis finish lokasi yang sama. Dalam hitungan kurang dari setengah jam, beberapa pelari sudah berhasil menaklukkan jarak lari yang diterapkan dalam kategori lomba.
Untuk Scout Run ini, tiga kategori dihadirkan untuk menyaring para pelari berbakat khususnya dari Kabupaten Berau. Ketiga kategori itu adalah pelajar 1 untuk usia 6-12 tahun, pelajar 2 usia 13-17 dan kategori umum atau dewasa.
“Antusiasme para pelari sangat luar biasa meskipun ini event perdana yang digelar Kwarcab Berau. Harapannya nanti bisa jadi event tahunan seperti agenda yang sudah ada sebelumnya seperti futsal Kwarcab,” ujar Ketua Kwarcab Berau, Syarifatul Syadiah ditemui di sela-sela event.
Sari – sapaan akrabnya pun berharap agar Pemkab Berau terus memberikan dukungan untuk semua kegiatan yang dilakukan oleh Kwarcab Berau. Pasalnya, seperti event lomba futsal dan lari ini bisa menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan karena peserta juga mayoritas dari luar Berau.
“Kita juga ingin menunjukkan bahwa kegiatan Pramuka itu bukan hanya sebatas kemah dan lainnya, tapi juga banyak kegiatan lain yang digelar, bisa mengikuti perkembangan zaman, dengan kemasan ala gen Z,” tambahnya.
Tak hanya mendatangkan pelari seluruh Indonesia, event Scout Run ini juga bisa memberikan dampak domino. Puluhan stand UMKM yang berada di halaman kantor juga menjadi salah satu tujuan yang diserbu para pelari dan pengunjung.
Beragam lapak mulai dari kuliner hingga aksesoris khas Berau, menjadi pilihan yang tak mungkin dilewatkan baik para pelari maupun pengunjung. Ini menunjukkan bahwa gelaran event dengan menggandeng UMKM, memberikan dampak ekonomi yang luar biasa. (Ard)













