TANJUNG REDEB – Pemberitaan yang menuding kinerja hingga pihak manajemen RSUD Abdul Rivai akhir-akhir ini, termasuk ketidakbecusan pengurusan stok obat, dibantah tegas oleh Direktur RSUD Abdul Rivai, dr.Jusram.
Meskipun tak dapat dipungkiri, stok obat di rumah sakit plat merah ini memang sempat kosong pada awal tahun. Namun, hal ini sudah ditangani sehingga kebutuhan obat bagi pasien pun dipastikan aman.
“Memang sempat kosong pada Januari 2026 lalu, tapi hanya saat itu saja. Kami langsung menindaklanjuti dengan memanggil semua vendor sehingga suplai obat tak lagi mengalami kendala sampai hari ini,” jelas dr.Jusram ketika ditemui Selasa (21/4/2026) siang.
Diakuinya, beberapa jenis obat memang sempat mengalami kekosongan. Tetapi, untuk jenis obat yang bersifat emergency itu selalu ada. Bahkan, ada beberapa obat paten yang sebenarnya bisa digantikan alternatif dengan obat generik, sehingga pelayanan tetap berjalan.
Dijelaskannya, pemberitaan tentang kosongnya stok obat lantaran adanya hutang vendor penyuplai yang belum dibayar, tidak sepenuhnya benar.
“Memang ada tunggakan pembayaran dan keterlambatan menagih juga dari pihak vendor, sehingga pembayaran banyak juga yang tertunda. Karena sistem mendeteksi hal ini, sehingga sempat mengurangi suplai obat yang masuk,” tambahnya.
Dalam pertemuan dengan beberapa vendor obat beberapa waktu lalu itu, diskusi dilakukan untuk mencari solusi bersama. Terlebih, dengan hubungan kerjasama yang baik selama puluhan tahun, permasalahan ini pun tak berlarut-larut.
“Sampai Maret 2026 ini, RSUD Abdul Rivai sudah membayarkan tunggakan obat hingga 64 persen. Artinya, pembayaran sudah signifikan dan pemesanan obat pun kembali lancar. Kita juga ada kesepakatan akan menyelesaikan pembayaran secara bertahap. Tapi dipastikan stok obat tetap masuk,” bebernya.
Jusram pun berharap masyarakat tak termakan isu ataupun pemberitaan di luar yang belum tentu kebenarannya. Dan bisa kembali mempercayakan pelayanan kesehatan kepada rumah sakit daerah tersebut.
“Kita selalu upayakan agar pelayanan ini tetap jalan, apalagi untuk permasalahan penting kebutuhan obat, yang memang tak bisa lepas dari layanan kesehatan,” tutupnya. (Ard)













