Follow kami di google berita

Terseret 2 Mil, Bocah Tenggelam di Pantai Ulingan Ditemukan Meninggal Dunia 

PULAU DERAWAN – Operasi pencarian bocah tenggelam di Pantai Ulingan, Kecamatan Pulau Derawan, akhirnya ditutup setelah korban, Rahmat (10), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, pada Selasa (7/4/2026) pagi.

Korban yang dilaporkan hilang sejak Minggu (5/4/2026) sore itu ditemukan mengapung di perairan terbuka, dengan jarak cukup jauh dari lokasi awal kejadian.

Kabid Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau, Nofian Hidayat, mengungkapkan, posisi korban saat ditemukan menunjukkan kuatnya arus laut di kawasan tersebut.

“Jarak korban ditemukan kurang lebih 2 mil dari lokasi kejadian. Saat ditemukan, kondisi korban sudah meninggal dunia,” ujarnya.

Menurutnya, selama proses pencarian, tim gabungan harus berjibaku menyisir berbagai titik, mulai dari perairan terbuka hingga kawasan hutan bakau yang diduga menjadi jalur pergerakan korban.

“Penyisiran dilakukan secara menyeluruh, baik di laut maupun pesisir. Kondisi arus cukup menjadi tantangan dalam proses pencarian,” tambahnya.

Setelah berhasil ditemukan dan diidentifikasi, jenazah korban langsung dievakuasi menggunakan kantong jenazah dan dibawa ke puskesmas terdekat untuk pemeriksaan medis awal sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

“Langsung dibawa tim ke puskesmas menggunakan kantong jenazah,” jelas Nofian.

Sementara itu, Kapolsek Pulau Derawan, AKP Iwan Purwanto, menjelaskan bahwa proses pencarian telah dilakukan secara maksimal sejak hari pertama laporan diterima, dengan melibatkan berbagai unsur gabungan.

Ia menyebutkan, pencarian hari kedua difokuskan pada perluasan area dengan membagi tim ke dalam beberapa metode.

“Tim dibagi menjadi tiga kelompok, yakni pencarian di bawah air (diving), penyisiran di atas permukaan laut menggunakan perahu ke arah laut lepas, serta penyisiran sepanjang garis pantai,” terangnya.

Menurutnya, strategi tersebut dilakukan untuk mempercepat peluang penemuan korban, mengingat kondisi arus laut yang cukup kuat berpotensi membawa korban menjauh dari titik awal.

“Korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 09.47 Wita di arah selatan dari lokasi kejadian, dengan jarak kurang lebih 1,8 kilometer. Saat ditemukan, korban dalam kondisi mengapung di perairan,” ungkapnya.

AKP Iwan juga mengungkapkan kronologi awal kejadian. Pada Minggu (5/4/2026) sekitar pukul 14.30 Wita, korban berada di Pantai Ulingan bersama keluarga untuk berlibur sekaligus mencari kerang di sekitar pesisir.

Namun saat beraktivitas di perairan, korban diduga terseret arus hingga akhirnya hilang dan memicu upaya pencarian oleh tim gabungan.

“Korban bersama keluarga datang untuk berlibur. Saat berada di air, diduga korban terbawa arus dan tidak sempat diselamatkan,” jelasnya.

Ia menegaskan, dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dihentikan dan proses selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat dan wisatawan agar lebih meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di kawasan pesisir.

“Kami mengimbau agar selalu berhati-hati dan melakukan pengawasan ketat, khususnya terhadap anak-anak, karena potensi bahaya di laut bisa terjadi sewaktu-waktu,” pungkasnya. (Akm)

Bagikan

Subscribe to Our Channel