TANJUNG REDEB – Perubahan kewenangan dalam pengadaan sarana perikanan memunculkan persoalan baru bagi nelayan pesisir di Kabupaten Berau. DPRD Berau menilai, kondisi ini membuat berbagai aspirasi masyarakat sulit ditindaklanjuti di tingkat kabupaten.
Ketua Komisi III DPRD Berau dari Fraksi Demokrat, Liliansyah, mengungkapkan bahwa mayoritas keluhan warga pesisir yang ia temui saat turun ke daerah pemilihan berkaitan dengan kebutuhan perlengkapan melaut, mulai dari perahu hingga alat tangkap lainnya.
“Setiap kami turun ke masyarakat, permintaan yang paling sering disampaikan itu soal perahu, mesin, sampai jaring. Tapi sekarang pemerintah kabupaten tidak lagi punya kewenangan untuk pengadaannya,” ujar Ketua Komisi III DPRD Berau dari Fraksi Demokrat, Liliansyah beberapa waktu lalu.
Ia menjelaskan, berdasarkan informasi dari dinas terkait, pengadaan bantuan tersebut kini sepenuhnya berada di bawah pemerintah provinsi. Sementara itu, pemerintah kabupaten hanya memiliki ruang terbatas, seperti penyelenggaraan pelatihan atau program pendukung lainnya.
Menurutnya, perubahan ini menimbulkan ketidakjelasan bagi masyarakat maupun wakil rakyat dalam menyalurkan aspirasi. Liliansyah mempertanyakan jalur yang harus ditempuh agar kebutuhan nelayan tetap dapat diperjuangkan.
“Kalau semua sudah ditarik ke provinsi, kami di daerah harus lewat mekanisme apa? Sementara usulan dari masyarakat terus berdatangan dan itu memang kebutuhan mendesak,” tegasnya.
Ia juga menyinggung bantuan mesin dumping yang sempat diterima sebagian nelayan di Kampung Tanjung Batu. Namun, jumlah bantuan tersebut dinilai belum mencukupi karena masih banyak warga yang belum merasakannya.
“Memang sudah ada yang menerima bantuan, tapi belum merata. Masih banyak nelayan yang belum tersentuh,” jelasnya.
Liliansyah menekankan, kebijakan efisiensi anggaran seharusnya tidak berdampak pada berkurangnya bantuan, melainkan memastikan program tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat.
“Efisiensi bukan berarti memangkas bantuan. Justru harus diarahkan ke kebutuhan paling penting, dan bagi nelayan pesisir, alat tangkap itu sangat krusial,” pungkasnya. (Ta)













