Follow kami di google berita

Diserbu Masyarakat, Parkir Elektronik PSAD Dinonaktifkan

TANJUNG REDEB – Portal elektronik yang berada di Pasar Sanggam Adji Dilayas (PSAD) digeruduk massa pada Rabu (25/2/2026) pagi. Penerapan parkir berbayar itu dianggap tak efisien, bahkan menyebabkan kemacetan di pintu masuk pasar.

Kemarahan memuncak saat plang otomatis dirusak beberapa oknum ketika melakukan aksi massa. Dengan membawa aspirasi, massa mendatangi UPT PSAD untuk mendapatkan kejelasan.

“Saya banyak menyampaikan kepada instansi yang terkait, Ibu Kadis Koperindag bahwa kami sebagai pelaku di pasar, bukan tidak setuju dengan adanya portal elektronik itu. Tapi saya mohon itu belum waktunya untuk dipergunakan di pasar ini,” ujar perwakilan pedagang Pasar Sanggam Adji Dilayas, Rahmatullah.

Dirinya menyebut alasan mengapa portal elektronik itu belum bisa diberlakukan yakni karena nasib para pedagang yang diibaratkan sudah kritis.

“Kami ini ibarat sudah masuk ke ruang ICU. Mati tidak, hidup pun tidak. Padahal permasalahan-permasalahan seperti ini sudah ada sejak saya menjabat sebagai anggota DPRD. Itu daya beli masyarakat makin menurun,” tambahnya.

Sedangkan jika berbicara tentang Perda, dikatakannya pihak pedagang pun tidak mempermasalahkan, namun harus melihat sikonnya sebelum diberlakukan.

“Pemerintah seharusnya berpikir bagaimana pasar ini dikembalikan ke marwahnya pada saat zaman-zamannya pemerintahan Pak Makmur sampai kita dulu mendapat predikat terbaik di Indonesia. Dengan pengunjung yang juga bagus, ini kita harus pertahankan sebenarnya. Bukan kita harus memaksakan PADnya pasar,” harapnya.

Terpisah, Kepala UPT PSAD Syaidinoor menyebut jika aksi massa yang dilakukan masyarakat membuat portal tak bisa difungsikan secara maksimal.

“Sementara kita nonaktifkan dulu karena situasinya juga masih belum sepenuhnya kondusif,” katanya. (Ard)

Bagikan

Subscribe to Our Channel