TANJUNG REDEB – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Berau memastikan layanan pemeriksaan HIV telah menjangkau seluruh wilayah, termasuk kampung-kampung terpencil dan daerah pesisir. Namun, dari sisi pengobatan dan pendampingan pasien, fasilitas layanan masih terbatas karena belum semua puskesmas memiliki kompetensi untuk menangani terapi HIV.
Tidak semua fasilitas kesehatan dapat memberikan layanan pengobatan HIV. Dari total 21 puskesmas di Berau, hanya 9 puskesmas yang saat ini mampu memberikan pengobatan HIV, ditambah satu rumah sakit rujukan.
“Keterbatasannya karena tidak semua puskesmas memiliki tenaga yang sudah dilatih khusus. Pengobatan HIV membutuhkan kompetensi tertentu,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Berau, Lamlay Sarie, melalui Wakil Supervisor/Pengelola Program P2-HIV, Andy Nuriyanto, ditemui Senin (2/2/2026).
Andy mengatakan jika seluruh masyarakat Berau kini sudah memiliki akses untuk melakukan tes HIV. Pemeriksaan tersebut diwajibkan bagi ibu hamil dan terus diupayakan bagi calon pengantin melalui mekanisme skrining.
“Pemeriksaan HIV sudah bisa dilakukan sampai ke pelosok, baik wilayah hulu maupun pesisir. Dari daerah pedalaman hingga Maratua dan Biduk-Biduk, semuanya bisa tes,” tambahnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah berencana menambah satu puskesmas lagi yang mampu memberikan layanan pengobatan HIV pada tahun ini, sebagai upaya memperluas akses terapi bagi pasien.
Selain keterbatasan fasilitas, kendala lain juga berasal dari sisi pasien. Tidak sedikit pasien yang belum siap menerima diagnosis HIV sehingga menunda pengobatan. Kondisi ini diperparah jika pasien memiliki penyakit penyerta seperti tuberkulosis (TBC).
“Kalau pasien didiagnosa TBC dan HIV bersamaan, pengobatan TBC harus didahulukan. Itu bisa menyebabkan keterlambatan terapi HIV,” terang Andi.
Meski demikian, ia menilai sebaran fasilitas layanan pengobatan HIV di Berau saat ini sudah mulai merata. Puskesmas yang mampu melayani terapi HIV telah tersedia di wilayah perkotaan, pedalaman, hingga pesisir.
“Sudah ada di Tanjung Batu, Kelay, puskesmas perkotaan, Rumah Sakit Abdul Rivai, sampai Talisayan di wilayah pesisir,” katanya.
Dinkes Berau berharap ke depan jumlah fasilitas dan tenaga kesehatan yang kompeten menangani HIV dapat terus bertambah. Dengan perluasan layanan pengobatan yang diikuti kepatuhan pasien menjalani terapi, penularan HIV diharapkan dapat ditekan. (Man)













