TANJUNG REDEB -Melihat animo masyarakat yang membeludak saat menggunakan moda transportasi udara di libur panjang Nataru 2025 lalu lantaran adanya relaksasi diskon harga tiket pesawat, pemerintah kembali menggulirkan program serupa di periode Ramadan Hingga Idulfitri 2026 ini. Stimulus fiskal ini diberikan untuk menjaga daya beli masyarakat, sekaligus mendorong mobilitas ekonomi.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah akan memberikan diskon pajak pertambahan nilai (PPN) atas pembelian tiket pesawat kelas ekonomi, untuk penerbangan domestik selama periode Ramadan dan Lebaran 2026. Besaran diskon PPN tersebut tetap sama seperti yang berlaku pada periode Nataru yakni sebesar 6%.
Airlangga menjelaskan, insentif ini diberikan melalui skema PPN Ditanggung Pemerintah (DTP). Dengan mekanisme tersebut, maskapai penerbangan tetap memungut harga tiket sesuai ketentuan, sementara beban PPN sebesar 6% akan ditanggung oleh pemerintah.
Pemerintah berharap pemberian diskon PPN tiket pesawat ini dapat meringankan biaya perjalanan masyarakat, meningkatkan mobilitas selama musim libur keagamaan, serta memberikan dampak positif terhadap sektor transportasi dan pariwisata nasional.
Bandara Kalimarau sendiri saat ini tengah bersiap untuk menghadapi lonjakan penumpang. Stimulus diskon pajak penerbangan atau biaya production cost oleh masyarakat itu akan berkurang, dan ini berpengaruh pada harga tiket. Yang kedua adalah pemberian relaksasi pengurangan diskon 50% pajak bandara atau airport tax.
“Itu nanti akan diberikan potongan 50%. Jadi yang biasanya harus dibayar Rp72 ribu pada masa angkutan Lebaran, biasanya selama 2 minggu itu dikenakan hanya 50% atau sekitar Rp36 ribu. Jadi nanti ada potongan dari pajak pertama nilai dan pajak bandara, airport tax. Atau istilah di penerbangan itu BCP 2 (titik pemeriksaan keamanan kedua di bandara). Nah ini yang akan nanti diberikan pada saat masa angkutan Lebaran. Ini akan berdampak kepada harga tiket, harusnya turun,” ujar Kasubag TU dan Keuangan BLU UPBU Kalimarau, Yudhy Anggara ditemui Selasa (3/2/2026).
Dikatakannya, dengan adanya diskon itu, diperkirakan lonjakan jumlah penumpang pesawat juga akan terjadi di Bandara Kalimarau. Pihak bandara sendiri pun diminta untuk melakukan pengawasan penerapan tiket ini agar relaksasi ini berjalan dengan baik, sesuai dengan ketentuan.
“Karena berdasarkan data histori, dengan adanya relaksasi itu, stimulus itu sangat membantu masyarakat. Dan meningkatkan mobilitas masyarakat, pergerakan masyarakat. Jadi menggeliatkan lagi ekonomi yang ada,” tambahnya.
Jadi, dikatakan Yudhy, bandara sampai dengan saat ini sudah prepare dengan baik mulai dari sarana-prasarana dan personel untuk mempersiapkan masa angkutan Lebaran. Meskipun untuk saat ini pergerakan pesawat masih yang reguler dan belum ada tambahan permintaan ekstra flight, masih sesuai dengan jadwal, tidak ada pengurangan maupun tidak ada penambahan.
“Kita berharap kalau memang demandnya tinggi, okupansi sudah terlihat penuh maka bisa saja ada tambahan ekstra flight,” pungkasnya. (Ard)













