PULAU DERAWAN – Toilet umum di Pulau Derawan yang dibangun dan sudah diresmikan pada tahun 2025 lalu, mulai memberikan masukan bagi kampung. Dikelola secara profesional oleh Badan Usaha Milik Kampung (BUMK), fasilitas itu telah memberi pemasukan berupa retribusi.
Kepala Kampung Pulau Derawan, Indra Mahardika, menyampaikan bahwa keberadaan toilet umum menjadi fasilitas penting dalam mendukung aktivitas wisatawan, khususnya di kawasan pantai dan titik kunjungan utama. Selain berfungsi sebagai layanan publik, pengelolaan WC umum juga diarahkan untuk memberikan kontribusi ekonomi bagi kampung.
“Alhamdulillah WC umum sudah beroperasi dan tahun lalu sudah kita resmikan. Dari pengelolaan retribusi saja, sudah ada pemasukan sekitar Rp600 ribu. Ini kita pakai untuk pemeliharaan dan operasional,” ujar Indra saat ditemui, Kamis (22/01).
Ia menjelaskan, sistem retribusi diberlakukan secara terjangkau, yakni Rp2.000 untuk penggunaan WC dan Rp5.000 bagi pengunjung yang mandi, termasuk penggunaan air dan fasilitas kebersihan. Seluruh operasional WC umum dijalankan oleh petugas lokal yang direkrut dan dikelola melalui BUMK.
“Semua usaha yang berkaitan dengan pelayanan wisata, termasuk WC umum, saya arahkan ke BUMK. Ada petugas khusus yang direkrut dari masyarakat setempat, sehingga manfaatnya kembali ke warga,” jelasnya.
Menurut Indra, meskipun secara administratif WC umum tersebut masih tercatat sebagai aset dalam pemeliharaan Dinas Pariwisata, pemerintah kampung mengambil peran aktif dalam pengelolaan harian agar fasilitas tetap terawat dan berfungsi optimal.
“Walaupun secara aset masih dalam pemeliharaan dinas, untuk operasional sementara ini kami andalkan pemerintah kampung melalui BUMK. Yang penting fasilitas ini bisa dimanfaatkan wisatawan dan tetap terjaga kebersihannya,” pungkasnya.
Dengan pengelolaan toilet umum yang tertib dan berkelanjutan, Kampung Derawan berkomitmen dalam meningkatkan standar pelayanan pariwisata sekaligus mendorong kemandirian ekonomi kampung berbasis BUMK. (Ta)













