Follow kami di google berita

‎Perkebunan Diproyeksikan Jadi Sektor Andalan Baru Berau Saat Pertambangan Mulai Menurun

TANJUNG REDEB – Dinas Perkebunan Berau mulai memetakan arah pembangunan ekonomi baru, seiring dengan potensi menurunnya produktivitas sektor pertambangan di masa mendatang.

‎Salah satu sektor yang kini dinilai paling siap untuk mengambil peran strategis adalah sektor perkebunan. Kepala Dinas Perkebunan Berau, Lita Handini, menyampaikan bahwa sektor perkebunan telah menunjukkan perkembangan yang sangat positif dalam beberapa tahun terakhir.

‎“Sektor perkebunan akan menjadi sektor pengganti setelah pertambangan tidak lagi produktif. Saat ini saja hasil dari sektor perkebunan terus meningkat dan memberikan kontribusi nyata bagi Kabupaten Berau,” ujarnya saat ditemui beberapa waktu lalu.

‎Ia menjelaskan, komoditas unggulan seperti kelapa sawit, kakao, dan lada tidak hanya mencatat peningkatan produksi, tetapi juga memiliki daya serap tenaga kerja yang besar.

‎“Perkebunan ini bukan hanya soal hasil panen, tetapi juga membuka lapangan kerja dan menghidupkan ekonomi masyarakat di kampung-kampung,” tambahnya.

‎‎Lita menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berupaya memperkuat sektor ini melalui berbagai program strategis. Mulai dari pendampingan petani, penyediaan bibit unggul, hingga penguatan kemitraan antara perusahaan dan masyarakat.

‎“Kami ingin memastikan sektor ini benar-benar siap menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Pengembangan perkebunan harus melibatkan petani secara penuh, agar manfaatnya terasa langsung oleh masyarakat,” kata Lita.

‎Ia juga menyoroti pentingnya keberlanjutan dalam pengembangan perkebunan ke depan.

‎‎“Kami tidak ingin hanya mengejar angka produksi. Yang lebih penting adalah bagaimana perkebunan ini dikelola secara berkelanjutan, ramah lingkungan, dan memberi kesejahteraan bagi petani,” ujarnya.

‎Dengan potensi yang terus meningkat, Lita optimistis sektor perkebunan dapat menjadi fondasi ekonomi baru Kabupaten Berau.

‎“Jika dikelola dengan baik, perkebunan bisa menjadi sektor yang stabil, inklusif, dan tahan terhadap perubahan ekonomi global,” tutupnya. (Adv/Ky).

Bagikan

Subscribe to Our Channel