Follow kami di google berita

Peradaban Purba Goa Beloyot Magnet Wisatawan Mancanegara

TANJUNG REDEB – Merabu, sebuah kampung di Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau, menjadi salah satu kampung yang cukup baik daun beberapa tahun ini. Tercatat, ribuan wisatawan Nusantara maupun mancanegara, yang datang ke kampung ini, usai ditemukannya peninggalan peradaban purba di Goa Beloyot yang diperkirakan berusia 40.000 tahun.

Tidak mudah untuk sampai ke goa ini, pengunjung harus berjalan kaki sekira dua jam jalan kaki dari Kampung Merabu, lantaran belum ada akses jalan yang dibuat. Jalan yang dilalui merupakan hutan alam yang harus dijaga.

Kalau pun suatu saat dibuat akses, maka harus tetap mempertimbangkan ekosistem, seperti jalan tidak hanya boleh dilintasi kendaraan roda dua dan dibuat seperti jembatan gerting, agar tumbuhan tetap bisa hidup di bawah jalan.

Setelah dua jam jalan kaki dan sampai di mulut goa, wisatawan diminta untuk mengenakan helm, agar kepala tidak terbentur dinding maupun langit goa, karena di beberapa bagian ada goa yang tingginya sekira 1 meter.

Setelah menyusuri liku dan lorong goa bekas sarang walet putih serta walet hitam. Wisatawan akhirnya sampai di pintu ke luar pertama, sehingga harus dilanjutkan dengan naik tangga lagi untuk menuju goa peninggalan peradaban purba.

Sampai di goa yang luasnya 1 kali setengah lapangan futsal, adalah lokasi peninggalan peradaban purba yang dituju, yakni Goa Beloyot, bagian dari Karst Sangkulirang-Mangkalihat.

Di dinding dan langit goa ini tampak puluhan lukisan telapak tangan manusia, ada yang polos dengan sekeliling telapak dipenuhi warna merah tua, seperti warna alami tumbuhan, ada juga beberapa gambar telapak tangan dengan motif tutul.

Di sekitar gambar telapak tangan juga ada lukisan menyerupai orang sedang berburu menggunakan tombak, ada lukisan babi, kura-kura, kepiting, makhluk berkaki empat, dan sejumlah lukisan menyerupai satwa yang belum dikenali.

Karst Sangkuliarang-Mangkalihat di Kaltim ini total memiliki 26 situs warisan geologi (geosite). Keberadaannya harus dilindungi, maka dibutuhkan legalitas sebagai taman bumi alias geopark. (Adv/Ard)

Bagikan

Subscribe to Our Channel