SAMARINDA – Untuk meningkatkan kompetensi para petani muda, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) menggagas program pembelajaran yang intensif. Program ini bekerja sama dengan Universitas Padjajaran (Unpad).
Sebanyak enam petani muda, (SMK-SPP) Negeri Samarinda, baru saja memulai babak baru dalam pengembangan kompetensi mereka. Mereka adalah Muhammad Damuri, Prayoga Ade Abdillah, I Putu Ardiana Yasa Prasetia, Gilang Ariani, Mispan, dan Han’s Millian.
Keenam pemuda ini diberangkatkan untuk mengikuti program pembelajaran dan pendampingan intensif, yang berfokus pada tantangan spesifik di Kalimantan Timur yakni memanfaatkan dan memperbaiki lahan bekas tambang, menjadi kawasan pangan produktif.
Inisiatif ini dirancang bukan hanya untuk perbaikan lahan, tetapi secara fundamental bertujuan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan kinerja tenaga muda di sektor pertanian. Lahan bekas tambang yang keras dan kritis menjadi laboratorium nyata bagi para alumni untuk mengaplikasikan ilmu modern.
Dukungan Penuh dari Pengurus HKTI Kaltim dan Pemerintah Daerah, Program ini mendapat dukungan penuh dari tingkat daerah, khususnya dari Ketua DPD HKTI Kalimantan Timur, H. Rusianto, dan Pembina DPD HKTI Kalimantan Timur, H. Abidinsyah, yang berkomitmen mencetak generasi penerus berteknologi.
Suharyono, S.Mp, M.Si, Koordinator Pengawas SMA-SMK Provinsi Kalimantan Timur, juga menyoroti pentingnya program yang membuka wawasan dan meningkatkan kompetensi para petani muda ini.
”Ini adalah model yang patut dicontoh. Salah satu program kerjasama yang dilakukan oleh HKTI ini, bisa meningkatkan kompetensi siswa sekembalinya nanti dari Universitas Padjadjaran sebagai pionir-pionir dalam hal pertanian generasi sekarang dan penerus yang sudah melibatkan teknologi. Dampaknya bukan sekadar hasil panen di masa depan, tetapi juga meningkatkan kinerja tenaga muda dan kualitas SDM pertanian kita,” tegas Suharyono.
Diharapkan, setelah menyelesaikan seluruh tahap pembelajaran dan pendampingan, enam petani muda ini dapat kembali ke daerahnya masing-masing sebagai pelopor yang membawa inovasi dan teknologi, mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan sekaligus mencetak generasi petani yang unggul dan berdaya saing.(ard)













