Follow kami di google berita

Padi Buyung-Buyung Jadi Penyelamat Saat Pemotongan ADK

TANJUNG REDEB – Di tengah pemotongan anggaran yang berimbas pada turunnya alokasi dana kampung, Buyung-Buyung justru menunjukkan ketangguhan. Kampung pesisir di Kecamatan Batu Putih itu dinilai mampu berdiri tegak berkat kekuatan sektor pertaniannya, terutama padi.

Bupati Berau, Sri Juniarsih, menegaskan bahwa kemampuan Buyung-Buyung bertahan bukan kebetulan. Kampung ini sudah lama dikenal sebagai sentra padi dan pemasok beras terbesar di wilayah Berau bagian tengah. Potensi itulah yang ia sebut sebagai “mesin ekonomi” di tengah berkurangnya dukungan anggaran dari pusat.

“Ketika alokasi dana kampung kita jauh lebih kecil karena APBD terpotong di pusat, Kampung Buyung-Buyung tetap bisa eksis dengan segala sumber daya alam yang ada,” ujarnya.

Ia menilai kekuatan Buyung-Buyung tidak hanya bertumpu pada laut sebagai sumber pangan dan penghidupan, tetapi juga pada hasil daratan yang terus berkembang. Produksi padi menjadi sektor yang paling menonjol karena menyerap tenaga kerja sekaligus menjadi tumpuan ekonomi keluarga.

Menurutnya, kemandirian kampung
menjadi sangat penting saat anggaran pemerintah daerah berkurang. Karena itu, ia mendorong pemerintah kampung dan petani untuk terus mengoptimalkan lahan, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat rantai pasok beras lokal.

“Potensi ini harus terus dikelola secara maksimal. Buyung-Buyung bisa mandiri, produktif, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya,” pungkasnya. (Man)

Bagikan

Subscribe to Our Channel