Follow kami di google berita

Wajah Pertanian Berau Menuju Transformasi Digital

TANJUNG REDEB – Pertanian di Kabupaten Berau makin berkembang, bahkan menuju transformasi digital. Dalam beberapa tahun terakhir, wajah pertanian ini mulai berubah, seiring hadirnya teknologi canggih yang masuk hingga ke pelosok.

Inovasi pertanian berbasis teknologi, mulai dari penggunaan alat dan mesin pertanian (Alsintan) modern hingga rencana pemanfaatan drone, menjadi simbol komitmen Pemkab Berau, dalam mendorong petani menuju transformasi digital.

Perubahan ini tak terjadi begitu saja. Pemerintah daerah melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Berau mengambil peran kunci dalam mendorong adopsi teknologi di kalangan petani. Bukan hanya soal bantuan alat, namun juga soal membangun pola pikir baru yang lebih adaptif terhadap perubahan zaman.

“Kami ingin petani Berau tidak hanya bertahan, tapi mampu bersaing. Karena itu, teknologi menjadi kunci,” ujar Kepala DTPHP Berau, Junaidi.

Berbagai jenis Alsintan seperti recovator, hand tractor, dan alat tanam modern telah disalurkan dari Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Dirjen PSP).

Namun, tak berhenti di sana. Langkah lebih progresif disiapkan Pemkab Berau untuk menempatkan pertanian di garda depan inovasi daerah dengan penggunaan drone, sebagai alat bantu pemantauan dan penyemprotan tanaman mulai diwujudkan. Ini bukan sekadar uji coba, tapi bagian dari strategi besar digitalisasi pertanian.

“Digitalisasi pertanian bukan lagi wacana. Drone akan menjadi bagian penting dari proses budidaya yang lebih efisien dan modern,” tambahnya.

Teknologi ini akan memberikan efisiensi tinggi dalam kegiatan pertanian, terutama untuk wilayah-wilayah yang sulit dijangkau secara manual. Dengan drone, petani bisa memantau kondisi lahan, mendeteksi serangan hama, hingga menyemprotkan pestisida secara akurat tanpa harus menghabiskan tenaga dan waktu yang besar. (Adv/Ard)

Bagikan

Subscribe to Our Channel