TANJUNG REDEB – Potensi pertanian Kabupaten Berau kini makin berkembang mengikuti teknologi yang ada. Salah satunya yakni penerapan smart farming atau pertanian cerdas berbasis teknologi listrik.
Penerapan sistem pertanian ini merupakan salah satu bentuk komitmen juga dari PT PLN (Persero) dalam menghadirkan energi listrik yang tidak hanya sekadar menjadi sumber penerangan, tetapi juga penggerak produktivitas masyarakat.
Inisiatif ini diwujudkan melalui PLN Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) dan Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Timur 2 (UPP KLT 2) yang menyalurkan bantuan teknologi modern kepada Kelompok Tani Harapan Mandiri di Kampung Buyung-Buyung, salah satu sentra pertanian padi di Kabupaten Berau.
Sejumlah peralatan berbasis listrik bisa langsung dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pertanian. Bantuan tersebut berupa satu unit drone pertanian DJI Agras, pompa air bertenaga listrik, dan mesin penggiling hasil panen berbasis listrik. Ketiga alat ini menjadi simbol nyata perubahan cara bertani yang lebih cerdas dan ramah lingkungan.
Kampung Buyung-Buyung sendiri dikenal sebagai salah satu lumbung padi utama di Kabupaten Berau. Lokasinya yang strategis, dengan masyarakat yang terbuka terhadap inovasi, menjadikan kampung ini sebagai lokasi ideal untuk percontohan pertanian berbasis teknologi listrik.
Dengan adanya bantuan drone pertanian, proses penyemprotan pupuk atau pestisida bisa dilakukan lebih merata dan efisien. Pompa air listrik juga akan membantu petani mengatasi persoalan irigasi, terutama saat musim kering. Sementara mesin penggiling berbasis listrik mempercepat pengolahan hasil panen sehingga menghemat waktu dan tenaga.
Selain mempermudah pekerjaan para petani, penerapan teknologi berbasis listrik juga menjadi langkah konkret dalam menciptakan pertanian yang lebih ramah lingkungan, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam mempercepat transformasi digital di sektor pertanian. (Adv/Ard)













