Follow kami di google berita

Pelaku Pariwisata Aktif Dapat Memperbaharui Data Informasi Secara Real Time

Pelaku Pariwisata Aktif Dapat Memperbaharui Data Informasi Secara Real Time

TANJUNG REDEB – Tak hanya pemerintah daerah atau Organisasi Perangkat Daerah (OPD) saja yang dapat memperbarui data pariwisata. Kini, pelaku pariwisata itu sendiri juga dapat melakukan pembaruan secara langsung.

Pembaruan ini merupakan langkah inovasi yang sangat menguntungkan bagi Kabupaten Berau, yang notabenenya memiliki banyak objek wisata bahkan ada yang sudah masuk kategori sebagai wisata premium.

“Benar kalau dulu untuk promosi wisata hanya mengandalkan kertas brosur dan pamflet, sekarang semuanya serba digital dan promosi bisa dilakukan siapa saja,” terang Kadisbudpar Berau, Ilyas Natsir beberapa waktu lalu.

Sebelum adanya digitalisasi, data wisata masih manual dan terpisah seperti di file excel, dokumen cetak. Promosi pun terbatas pada brosur dan kegiatan offline. Dan Tidak ada peta interaktif untuk memandu wisatawan.

Namun sesudah digitalisasi, data wisata tersimpan dalam satu basis data terintegrasi. Promosi dilakukan melalui portal digital yang dapat diakses publik. Ada fitur WebGIS menampilkan peta interaktif destinasi lengkap dengan data spasial dan nonspasial. Dan yang paling penting adalah bisa mendukung analisis dan perencanaan berbasis data real-time.

Keuntungan yang lainnya adalah transparansi informasi yang memudahkan publik mengakses data destinasi wisata yang valid. Efisiensi dan akurasi dalam mendukung pengambilan keputusan berbasis data aktual. Promosi digital secara modern yang dapat meningkatkan jangkauan promosi hingga ke level internasional.

“Inovatif dan menjadi terobosan baru dalam pengelolaan pariwisata berbasis teknologi digital di Kabupaten Berau,” tutupnya.

Karena memiliki data dan informasi digital yang cukup memenuhi karakter Big Data (volume, velocity, variety, veracity), maka trust atau kepercayaan dari wisatawan karena rasa aman dan layanan informasi yang lengkap dan “terverifikasi” dengan kemudahan akses juga meningkat. Serta meningkatnya ekonomi kerakyatan berbasis pariwisata dan kearifan lokal dan PDRB. (Adv/Ard)

Bagikan

Subscribe to Our Channel