Follow kami di google berita

UMKM Batik dan Tenun Berau Diarahkan Jadi Magnet Wisata, Bukan Sekadar Produk Ekonomi

‎‎‎TANJUNG REDEB — Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) terus mendorong sektor UMKM agar tidak hanya menjadi penggerak ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya dan daya tarik wisata daerah.

‎Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, menyampaikan bahwa pembinaan secara berkala dilakukan khususnya kepada UMKM yang bergerak di bidang kerajinan batik dan tenun. Ia menyebut, hasil karya masyarakat kini berkembang pesat dan mulai dikenal luas.

‎“Kita sudah punya banyak program UMKM dan ekonomi kreatif. Mereka sudah bisa memproduksi sendiri, bahkan kualitasnya semakin baik,” ungkapnya.

‎Eva menambahkan, minat terhadap batik dan tenun Berau datang bukan hanya dari pasar lokal, tetapi juga dari luar negeri.

‎ “Hasil batik dan tenun kita sudah mulai dilirik hingga ke kancah internasional. Ini membuktikan bahwa produk lokal kita punya nilai seni sekaligus nilai ekonomi yang besar,” ujarnya lagi.

‎Meski demikian, Eva menegaskan bahwa pemerintah tidak bisa berjalan sendiri dalam mengembangkan potensi kampung sebagai pusat UMKM. Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga kualitas sekaligus keberlanjutan produk.

‎“Pemerintah hadir untuk memfasilitasi, tetapi keberhasilan jangka panjang sangat ditentukan oleh masyarakat kampung itu sendiri,” jelasnya.

‎Ia optimis, jika seluruh kampung memaksimalkan potensi kerajinan dan kuliner khas masing-masing, maka UMKM tidak hanya menggerakkan ekonomi lokal, tetapi juga mampu menjadi daya tarik wisata.

‎“Kalau semua kampung bisa mengangkat potensinya, maka wisatawan bukan hanya datang untuk berlibur, tetapi juga membawa pulang produk khas Berau sebagai oleh-oleh,” tutupnya. (Adv/Ky)

Bagikan

Subscribe to Our Channel