TANJUNG REDEB – Kampung Long Beliu di Kecamatan Kelay menjadi salah satu kampung yang mulai mengembangkan potensi wisatanya. Ekowisata menjadi nilai jual tinggi yang ditawarkan ke wisatawan.
Untuk mendukung hal itu, lima ribu hektare hutan desa di Kampung Long Beliu, Kecamatan Kelay rencananya akan dimanfaatkan sebagai penghasil material rotan. Bahan dasar itu akan digunakan untuk mendukung ekowisata setempat.
Ketua Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Long Beliu Kharudin mengatakan, hutan tersebut berada di Jalan Perusahaan Karya Lestari, Areal Penggunaan Lain (APL) di Kawasan Batu Belaleng, Kecamatan Kelay yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Kutai Timur.
Hutan yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) pemerintah tersebut belum dikelola secara baik, sebab pihaknya akan menyiapkan terlebih dahulu kelompok-kelompok usaha.
“Jadi kita mau upayakan nanti kita punya material bahan rotan ada di dalam LPHD hutan desa kita. Jadi kita tidak terlalu repot mencari,” katanya.
Dari penelusuran Kharudin, jenis rotan yang tersebar di hutan desa itu memiliki banyak macam. Mulai dari Rotan Seka (Segah) dan Rotan Bayak. Rotan Bayak sendiri secara harfiah adalah Rotan sebab banyak hidup dan ditemukan di pinggir sungai.
Untuk mempermudah akses pengunjung sampai ke tempat budidaya rotan, jalur tracking menuju hutan desa tersebut telah dibuka oleh pihak kampung.
“Hasil yang mereka bisa kelola dari rotan ini bisa membentuk anyaman bagus nanti mereka juga bisa berpenghasilan dari situ. Makanya kita terus membina membimbing,” tutupnya. (Adv/Ard)













