Follow kami di google berita

Program MBG di Berau Minim Koordinasi, Butuh Evaluasi

Penyaluran menu MBG di beberapa sekolah di Tanjung Redeb.

TANJUNG REDEB – Banyak tantangan yang dihadapi sejak program Makan Bergizi Gratis (MBG) dijalankan, termasuk di Kabupaten Berau. Beberapa permasalahan teknis mulai dari distribusi hingga penerimaan program oleh para peserta didik, jadi catatan tersendiri.

Kepala Dinas Pendidikan Berau, Mardiatul Idalisah, pun mengakui jika dari hasil pemantauan di beberapa sekolah, masih ada keterlambatan pengantaran makanan.

“Kami pernah mendapati ada sekolah yang makanannya datang ketika siswanya sudah mau pulang. Untuk tingkat PAUD, yang seharusnya untuk sarapan, malah datang di siang hari,” ujar Mardiatul ditemui beberapa waktu lalu.

Tak hanya itu, beberapa pelajar bahkan ada yang menolak untuk mengkonsumsi menu MBG yang disiapkan. Padahal menu yang disajikan sudah sesuai dengan standar.

“Masih ada anak-anak yang tidak mau makan MBG, mungkin karena pengaruh pemberitaan di luar atau rasa khawatir orang tua. Padahal program ini sangat bermanfaat untuk kesehatan dan perkembangan mereka,” tambahnya.

Ini pun menjadi bahan evaluasi penting agar pelaksanaan program dapat berjalan sesuai tujuan, yakni memastikan anak-anak memperoleh asupan gizi yang cukup selama kegiatan belajar berlangsung.

Mardiatul juga mengakui, hingga kini koordinasi antara Dinas Pendidikan dan pihak SPPG masih belum berjalan optimal. Ia menyebut komunikasi yang terjalin belum intens, sehingga sejumlah hal teknis di lapangan belum tersinkronisasi dengan baik.

“Kami berterima kasih juga karena banyak pihak yang peduli. Dukungan dari aparat dan lembaga lain membuat kami semakin semangat memperbaiki pelaksanaan di lapangan,” tutupnya.(ard)

Bagikan

Subscribe to Our Channel