Tanjung Redebb– Dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) berkomitmen mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk naik kelas.
Upaya tersebut dilakukan dengan membantu pelaku usaha bertransformasi dari sektor informal ke formal, sekaligus memperluas akses pemasaran.
Kepala Diskoperindag Berau melalui Kepala Bidang (Kabid) Koperasi dan UMKM, Hidayat Sorang, menegaskan bahwa pemasaran digital diharapkan mampu menjadi motor penggerak peningkatan skala usaha UMKM di Berau.
Salah satu upayanya adalah memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM dengan mempermudah pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB), Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) serta memberikan arahan kepada izin terkait lainnya dalam berniaga.
“Kami melakukan pendampingan kepada pelaku UMKM secara menyeluruh. Tujuan kami jelas, agar UMKM bisa berkembang dari mikro menjadi kecil atau menengah,” ungkap Hidayat.
Menurutnya, bagi UMKM yang sudah memiliki izin usaha, pendampingan lebih difokuskan pada penguatan pemasaran.
“Kami bantu mereka masuk e-katalog, Grab Merchant, hingga memasarkan produk melalui Instagram dan YouTube. Bahkan kami sudah menghadirkan pemateri khusus untuk mengajarkan pemasaran digital,” ujarnya.
Selain itu, Diskoperindag juga memfasilitasi kerja sama dengan ritel modern. Saat ini, 14 produk UMKM Berau telah memenuhi syarat untuk dipasarkan di gerai Alfamidi. Sementara itu, untuk Indomaret, negosiasi harga dilakukan langsung antara pelaku usaha dan pihak ritel.
“Ini menjadi peluang besar bagi UMKM untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Kami hanya membantu membuka jalan, tapi perkembangan mereka tentu bergantung pada usaha masing-masing,” tuturnya.
Pendampingan dilakukan secara merata di setiap kecamatan, khususnya yang memiliki potensi pariwisata. Fokus tahun ini adalah pada produk makanan, alat tulis kantor (ATK), dan konveksi.
“Dengan adanya pendampingan berkelanjutan, kami harap semakin banyak UMKM yang bisa naik kelas dan menjadi penopang ekonomi daerah,” pungkasnya. (Irfan).













