Yusran : PT. HPU Tidak Koperatif Menerima Tenaga Kerja Lokal

A-News.id, Tanjung Redeb – Ormas Laskar Merah Putih bersama Banuanta Bersatu Kabupaten Berau melaksanakan pertemuan yang dihadiri langsung oleh Bupati Berau, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kepala Dinas Kesehatan dan perwakilan Klinik yang melakukan tes Medical Checkup terhadap calon karyawan PT. HPU.

Pertemuan tersebut membahas adanya pemeriksaan Medical Check Up (MCU) yang kurang transparan sehingga menimbulkan kecurigaan calon pekerja yang mengikuti tes tersebut.

Yusran selaku Ketua Laskar Merah Putih Tumbit Melayu mengatakan, adanya perbedaan hasil tes MCU antara klinik tirta dengan klinik khatulistiwa. Menurut tes di klinik tirta, hasil tes dari seorang calon pekerja dinyatakan unfit/tidak layak, sedangkan di klinik khatulistiwa hasil tes nya fit/layak dipekerjakan.

“Ada hasil yang berbeda, dari klinik tirta hasilnya unfit sedangkan ada salah satu warga kami suruh follow up di klinik khatulistiwa hasilnya fit jadi bisa dipekerjakan. Tapi PT HPU tersebut tidak mau terima dari hasil dari dokter lain tapi ingin hasil dari dokter yang telah ditunjuk oleh PT.HPU tersebut, ” jelas Yusran.

Menurut Yusran PT. HPU tidak koperatif untuk menerima tenaga kerja lokal.

“Karena kami punya informasi yang real bahwa kami ajukan untuk mekanik, katanya tidak sesuai dengan kebutuhan. Ternyata ada orang kiriman yang diambil oleh pihak PT. HPU. Maka nya kami tanggal 2 kemarin sudah ajukan surat demo. Karena hari ini belum ada keputusan maka kami besok akan tetap melakukan aksi damai di PT. HPU, ” tegas Yusran.

Selain itu, Bupati Berau, Sri Juniarsih menyampaikan dalam rapat tersebut, hal ini sudah menjadi rahasia umum tentang perekrutan tenaga kerja di Kabupaten Berau. Sri juga mengingatkan bahwa dokter yang melakukan pemeriksaan tersebut telah disumpah dan harus menjalani kewajibannya dengan patuh tanpa ada kepentingan pribadi maupun orang lain.

“saya sebagai pemerintah daerah menyampaikan dan tegaskan kepada perusahaan-perusahaan yang mencari rezeki di Kabupaten Berau untuk lebih memprioritaskan tenaga kerja di Kabupaten Berau dibandingkan  tenaga kerja dari luar. Bukan kami tidak mempercayai para dokter, karena dokter-dokter yang ada saat ini saya yakin pasti akan ingat sumpah pertama kali disumpah sebagai dokter dan tidak akan mengkhianati sumpah tersebut,” imbuh Sri.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Berau juga menyampaikan hal yang senada dengan hal yang disampaikan Bupati Berau terkait dokter pendamping yang akan ditunjuk langsung oleh pemerintah daerah bersama Disnakertrans Berau.

“Terkait permasalahan MCU ini hal ini kan Abu-Abu, jadi hanya dokter tertentu saja yang bisa membaca hasilnya. Maka dari itu kami mengusulkan supaya ada dokter pedamping dari pemerintah supaya nanti hasilnya terbuka dan tidak ada lagi kecurigaan dari calon pekerja kita yang ada di Berau. Jadi nanti semua bisa didampingin dan akan dirapatkan bersama dokter perusahaan, mudahan ada solusi dan hasil yang dikeluarkan terkait fit atau unfit tersebut betul betul sudah ada pendampingan dari dokter pemerintah, ” pungkas Junaidi. (*)

Bagikan