Warga Binaan Rutan Tanjung Redeb Diwacanakan Akan Disuntik Semua

ANews,Berau – Petugas Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Tanjung Redeb tengah mempersiapkan terkait sasaran vaksinasi kepada warga binaan pemasyarakatan. Langkah tersebut, sebagai bentuk antisipasi penularan wabah virus corona di lingkungan penjara, Selasa (10/8/2021).

Kepala Rutan Kelas II B Tanjung Redeb Puang Dirham mengatakan, vaksinasi kepada warga binaan tersebut menjadi perhatian pihaknya, karena napi dianggap rawan terpapar virus corona khususnya dari sipir yang bertugas disekitar areal wisma hunian.

Namun demukian, dikatakan Puang, pihaknya sebelumnya telah melakukan vaksinasi bagi petugas yang melakukan kontak langsung dengan para napi agar tidak terpapar Covid-19, namun diakuinya belum seluruh petugas mendapatkan vaksin sehingga pihaknya berencana akan melakukan vaksinasi kepada seluruh petugas dan napi yang ada di Rutan.

“Kita kan tidak mungkin membawa dari dalam ke luar, tetapi justru mewaspadai penyebaran dari luar yang berpotensi masuk kedalam rutan,” katanya.

Rencana tahapan vaksinasi untuk para narapidana tersebut pun dikatakan pun tidak mudah, sebab petugas rutan perlu berkoordinasi terlebih dulu kepada pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan, termasuk TNI-Polri dalam hal penyediaan stok dosis vaksin.

Jika saja stok tersebut tersedia dan mencukupi, barulah selanjutnya penyaluran vaksinasi untuk warga binaan tersebut bisa dilaksanakan.

“Harapannya adalah dalam waktu dekat dapat dilakukan vaksinasi, seluruh penghuni rutan dan petugas mendapatkan vaksin, tetapi kita juga melihat jumlah yang tidak banyak,” sambungnya.

Ia menuturkan, di Rutan Tanjung Redeb telah dibentuk Satgas yang bertugas untuk memastikan protokol kesehatan telah ditegakkan di dalam lingkungan Rutan.

Bahkan ia mengaku, rutan juga telah memiliki agenda tambahan di pagi hari bagi para napi, yakni berjemur agar menjaga daya tahan tubuh tetap baik dan melakukan kegiatan yang mencegah penyebaran Covid-19.

“Pemberian vitamin bagi seluruh napi dan petugas juga telah kita lakukan, alhamdullilah tidak ad yang terpapar dan jangan sampai hal itu terjadi,” ungkapnya.

Ia menambahkan, sementara ini dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19, maka pihaknya meniadakan pelayanan bagi keluarga napi yang ingin menjenguk. Namun pihaknya telah mengganti dengan pelayanan video call, sehingga diharapkan tidak ada kontak langsung antara napi dengan orang di luar Rutan.

“Sekarang pelayanan jenguk kita rubah dengan video call, layanan penitipan juga kita perketat dengan menstretilkan barang titipan tersebut kemudian dibawa masuk kedalam. Jadi saat ini tidak ada kunjungan sampai dengan Covid-19 selesai,” pungkasnya.

Jika serbuan vaksinasi tersebut sukses, maka total ada 705 orang warga binaan yang akan tervaksinasi, jumlah tersebut pun sejatinya dapat bertambah maupun berkurang tergantung dari perkembangan data warga binaan di Rutan Kelas II B Tanjung Redeb.(mik)

Bagikan