Terkait Rapor Merah Yang Diberikan Presiden, Gubernur Tegaskan Masyarakat Kaltim Taat Prokes

ANews.id, Samarinda – Gubernur Kaltim, Isran Noor mengatakan, bahwa masyarakat Kaltim adalah masyarakat yang paling taat dan patuh melaksanakan protokol kesehatan rata-rata di atas 96 persen. Bahkan di beberapa kabupaten/kota mencapai 100 persen.

“Masyarakat di Kaltim itu, saya bukan bela-belain masyarakat, melindungi masyarakat. Mereka taat kok. Bahkan hasil evaluasi Satgas pusat, masyarakat Kaltim adalah masyarakat yang paling taat, patuh Prokes di atas 96 persen rata-rata. Bahkan ada beberapa kabupaten/kota yang sudah 100 persen. Itu hasil evaluasi Satgas pusat,” Ungkap Isran Noor melalui siaran langsung Televisi Swasta Nasional. Senin (9/8/2021) lalu.

Sehingga orang nomor nomor satu di Kaltim ini mengaku tidak mengetahui, apa yang menyebabkan daerah yang dipimpinnya masuk dalam catatan penerima “raport” merah Presiden Jokowi.

Dikatakannya, Kaltim menjadi daerah dengan tingkat industri dan perusahaan yang banyak, baik dari pertambangan, kelapa sawit hingga minyak. Sehingga kata dia, banyak pendatang dari pulau Jawa yang “hijrah” ke Kaltim untuk bekerja. Dirinya menduga sumber penularan virus bukan dari lokal. Padahal kata Gubernur Isran Noor, berbagai upaya telah dilakukan untuk menekan penularan virus di masyarakat.

“Kita sudah lakukan penyekatan dan larangan kelompok masyarakat sampai tingkat RT, dimana mereka misalnya dalam wilayah terkonfirmasi untuk melarang keluar masuk. Kaltim ini, mohon maaf saja, tempatnya orang pendatang, berusaha. Semua kondisi kegiatan yang ada di Kaltim seperti pertambangan, sawit, minyak dan sebagainya itu tempat datangnya orang dari Jawa,” jelasnya.

“Tapi, kalau dilihat ketentuan Kementrian Perhubungan, di Bandara dan pelabuhan sudah dilakukan aturan diperketat, melakukan larangan bagi yang tidak memenuhi syarat masuk Kaltim,” sambungnya.

Gubernur Isran Noor menegaskan, pihaknya telah mengeluarkan kebijakan dan terus melakukan sosialisasi pada masyarakat terkait pencegahan COVID-19. Selain itu, gencar melakukan 3T, tracing, tracking dan treetmen. Bahkan kata dia, masyarakat yang dinyatakan terindikasi terpapar COVID-19 akan segera diisolasi.

“Di Balikpapan, Samarinda, Kukar dan beberapa kabupaten/kota. Jadi sudah ada yang digunakan juga seperti BPSDM, ada beberapa sekolah yang dapat kita jadikan tempat isolasi terpusat. Kita juga sudah dapat jaminan BNPB untuk dibantu Nakes dan bed tempat tidur,” terangnya.

“Saya tidak mengada-ada. Kalau di Kaltim ini, tidak ada masyarakat yang tidak mau, mau banget
Persoalannya pertengahan bulan Juli, rumah sakit penuh. Tapi menurut saya, tetap diperketat hulunya. Karena percuma semua ditambah di hilirnya, jika hulunya tidak waspada,” pungkasnya. (Ris)

Bagikan