Follow kami di google berita

Tradisi Biduk Bebandung Bulungan,

A-News.Id, TANJUNG SELOR –Tradisi biduk bebandung (Perahu Kembar), adalah kapal kerajaan yang digunakan raja-raja kesultanan Bulungan untuk melakukan ritual adat, pesta adat dan acara besar. Biduk bebandung berasal dari kata biduk yang artinya perahu sedangkan bebandung adalah kembar.

Biduk Bebandung juga memiliki makna dua buah perahu kembar atau lebih. Yang diapit menjadi satu, Lalu mengitari sungai kayan dengan memberikan beberapa jenis sesajen agar acara-acara yang dilaksanakan kesultanan Bulungan tidak mengalami masalah atau kendala.

Dari tahun ke tahun, sampai dengan 2023 tradisi tersebut tetap menjadi salah warisan kesultanan yang kerap dilakukan masyarakat maupun pemerintah daerah (Pemda) Bulungan.

Dengan mengikuti tradisi biduk bebandung, forkopimda Bulungan, bersama kesultanan Bulungan pada Rabu (11/10), menaiki kapal kembar yang didominasi warna kuning dengan tepi warna merah yang melambangkan kesejahteraan dan keberanian Kesultanan Bulungan.

Dari Kejauhan, kapal yang terdiri dari ornamen dan dekorasi dari kain warna kuning, merah dan hijau sebagai sapu air dengan fungsi sebagai penutup sekeliling dari gandengan biduk bebandung.

Terdapat juga empat buah tiang penyangga berbentuk persegi empat, berkelambu dan memiliki langit-langit sebagai atap pelindung agar terlindungi dari terik matahari dan hujan.

Upaya-upaya merawat warisan merupakan tugas dari penerus, hal yang dilakukan pemerintah daerah dalam merawat tradisi.

Digedung Kesenian Bulungan, merupakan rute terakhir dari kegiatan biduk bebandung, ditempat tersebut Bupati Bulungan Syarwani menjelaskan, mengapa adanya ritual tradisi biduk bebandung.

“Ini adalah salah satu bentuk warisan yang harus dirawat. Nantinya, siapapun yang akan meneruskan pembangunan di Kabupaten Bulungan, Biduk Bebandung harus tetap dilestarikan dan diadakan,” pintanya.

Pada 2023, lanjut dia ada hal yang berbeda dilakukan oleh pihaknya memperingati HUT selain biduk bebandung.

“Tahun ini sangat berbeda dari pada tahun sebelumnya, semua kegiatan ditepian sungai kayan, yang melibatkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM),” sebutnya.

festival sungai kayan, merupakan salah satu icon wisata yang sedang didorong ke Kementrian Pariwisata dan akan masuk Kalender Pariwisata Nasional sehingga setiap tahun festival sungai kayan dapat terselenggarakan.

Syarwani menginginkan, festival sungai kayan bisa masuk dalam kalender event kemenparekraf. Akan tetapi, perlu dilakukan pembenahan baik dari sisi administrasi dan jadwal setiap momentum peringatan HUT Bulungan.

“Kita, tetap menyatukan dua momentum antara HUT dengan Bulungan Festival sungai kayan, sehingga keduanya menjadi daya tarik bagi para wisatawan lokal maupun luar daerah,” tutupnya.(*/Lia)

Bagikan

Subscribe to Our Channel