Tokoh Kaltim Angkat Bicara Terkait Isu Berau Pindah ke Kaltara

H,Abidin

ANEWS, Berau – Ramainya kalangan masyarakat dari berbagai elemen di Kabupaten Berau menanggapi wacana Berau gabung ke Provinsi Kaltara menuai pro kontra di tengah masyarakat Kabupaten Berau.

H. Abidinsyah, seorang pengusaha dan Tokoh Masyarakat Kaltim ini pun ikut menyampaikan pendapatnya, Senin, 21/6/2021 yang mengatakan bahwa Berau harus menakar untung-ruginya kalau bergabung ke Kaltara,

Pasalnya, lanjut H. Abidinsyah, pada waktu pembentukan Kaltara sekitar 10 tahun lalu, Berau sudah memutuskan untuk tetap ikut Provinsi Kaltim, dengan segala pertimbangannya waktu itu. Jadi sudah final.

Selain itu, potensi ekonomi dan anggaran pemerintah Provinsi Kaltim jauh lebih besar dari provinsi baru – Kaltara, dan sudah memiliki sarana dan prasarana infrastruktur yang lengkap, serta bagi hasil pendapatan yang juga jauh lebih besar dibandingkan dengan Kaltara.

Dari aspek potensi SDA-nya, seperti tambang batubara, perkebunan kelapa sawit, areal HPH dan potensi sumberdaya alam lainnya termasuk potensi sumberdaya mineral dan batuan yang belum digarap, serta potensi keanekaragaman hayati lautnya yang sangat kaya, menjadikan Berau memiliki keunggulan  dan daya tarik bagi investor.

Kaltim tidak mesti harus menghabiskan dana besar untuk pembangunan infrastruktur, karena sudah ada, sehingga anggaran yang ada bisa membangun untuk kepentingan masyarakat yang lebih luas di kabupaten/kota se-Kaltim.

Sedangkan bagi provinsi baru, seperti Kaltara masih harus menghabiskan anggaran yang besar untuk membangun sarana prasarana infrastruktur pemerintahan provinsi itu sendiri.

“Dan dari banyak pertimbangan, posisi letak geografis, luas wilayah, potensi SDA, potensi wilayah perairan dan lahan serta potensi pariwisatanya, Berau jauh lebih unggul. Jadi lebih baik kalau Berau tetap berada di Provinsi Kalimantan Timur, apalagi nanti IKN (Ibukota Negara Indonesia) ada di Provinsi Kalimantan Timur,” ujar Haji Abidin.

Kabupaten Berau dengan posisi strategisnya justeru menjadi tempat perlintasan masyarakat dari wilayah Kaltara yang hendak menuju ke IKN (Ibukota Negara) yang baru di Paser Panajam Utara, Kaltim nantinya, atau ke wilayah kabupaten/kota lainnya di Kaltim.

Sudah diperkirakan oleh banyak pengamat dan investor, tambah Haji Abidin bila Ibukota baru sudah di Kaltim, potensi wisata Kepulauan Derawan dan Maratua akan menjadi Bali kedua di Indonesia, sampai-sampai Negara Seychelles yang baru-baru ini Dubesnya bersama Gubernur Kaltim Isran Noor, datang ke Pulau Maratus terkait launching program kerjasama pengembangan Kepariwisataan Maratua.

‘Jadi jelas posisi Berau lebih menguntungkan dan prospektif berada di Provinsi Kalimantan Timur,” pungkasnya. (yud)

 

 

Bagikan