Tetap Jaga Kualitas Kegiatan

TANJUNG REDEB – Kurang dari 3 bulan masa waktu penuntasan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) berau tahun 2022. Dengan waktu tersisa, eksekutif diminta menaruh perhatian serius pada proses penyelesaian semua kegiatan. Hal itu disampaikan ketua Komisi III DPRD Berau, Sa’ga. Menurutnya,  sejak pembahasan awal Kebijakan Umum Anggaran – Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) hal ini sudah diingatkan.

“Sejak pembahasan awal APBD perubahan ini sudah kita ingatkan, bagaimana mengatasi semua persoalan dalam pengelolaan anggaran agar berjalan dengan lancar pada sisa waktu yang sempit ini,” jelas politisi PPP itu.

Terutama pada program kegiatan fisik. Menurutnya, jangan sampai ada kegiatan yang hanya terfokus pada penyelesaian kegiatan namun mengabaikan kualitas. Sebab, hal itu tentu menjadi satu kekurangan yang fatal bagi pengelolaan keuangan daerah.

“Waktu kita hanya tersisa kurang dari 3 bulan, kami meminta untuk menyeimbangkan semua kegiatan pada OPD-OPD yang melaksanakan kegiatan fisik, itu penting sekali,” tegasnya.

Terutama pada kegiatan fisik seperti bangunan kantor dan sebagainya. Menurut Sa’ga, sejak awal pembahasan APBD perubahan, legislatif memang tidak merekomendasikan pengelolaan anggaran perubahan untuk kegiatan pembangunan fisik   dari awal seperti dimulai dari perencanaan.

Dengan pertimbangan waktu yang kurang memadai. Namun tidak dianggap masalah apabila kegiatan fisik ditujukan untuk pekerjaan lanjutan.

“Misalnya melanjutkan pembangunan yang belum selesai pada anggaran murni kemarin, kami rasa itu tidak masalah, tetapi jika membangun dari awal mulai perencanaan memang tidak kita rekom,” jelasnya lagi.

Khusus untuk kegiatan Proyek dengan sistem penunjukan langsung (PL) dengan nilai yang kecil, tentunya juga masih bisa dilaksanakan pada anggaran perubahan kali ini. Dengan catatan, sudah mematangkan persiapan seperti perencanaan dan antisipasi kendala lapangan, seperti misalnya masalah cuaca.

Ditanya soal masih ada OPD dengan daya serap rendah, Sa’ga memastikan bahwa secara fisik kegiatan maupun proses kegiatan sudah berjalan cukup baik. Hanya emang diakuinya, masih ada OPD yang tersandung masalah regulasi-regulasi baru mengenai administrasi keuangan.

“Jadi sepengetahuan kami berdasarkan hasil rapat untuk informasi ini, emang ada OPD yang sudah menyelesaikan kegiatan fisiknya, akan tetapi karena regulasi baru sehingga tidak bisa membayar pekerjaan 100 persen,” jelasnya.

Otomatis, dengan belum terbayarnya 100 persen kegiatan yang sudah selesai, turut berpengaruh pada progres umum penyelenggaraan program pada OPD terkait.

“Jadi selain dari pada waktu yang hanya tersisa sekian hari, banyak program belum dilaksanakan, kami meminta kepada eksekutif, khususnya OPD terkait untuk segera, mempercepat proses kegiatan,” tutupnya. (*)

Bagikan