Tanjung Redeb – Anggota DPRD Berau dari Daerah Pemilihan (Dapil) III, Sutami, menyoroti aktivitas bongkar muat pupuk dan kernel sawit di pelabuhan RT 1, Kampung Batu Putih. Menurutnya, kegiatan perusahaan di lokasi tersebut telah menimbulkan sejumlah persoalan bagi masyarakat, Senin (25/08/2025).
Sutami mengatakan, pelabuhan yang seharusnya digunakan secara umum kini kian padat oleh aktivitas bongkar muat perusahaan. Akibatnya, masyarakat yang hendak bepergian menggunakan kapal sering terpinggirkan.
“Ketika kapal perusahaan bongkar muat, kapal masyarakat harus mengalah. Padahal pelabuhan itu juga digunakan warga untuk transportasi umum,” ujarnya.
Selain mengganggu akses, Sutami menilai aktivitas itu menimbulkan dampak lingkungan dan sosial. Sisa-sisa kernel yang tercecer mencemari kawasan pelabuhan, jalan menuju lokasi rusak parah, serta lalu lintas kendaraan angkutan perusahaan semakin membahayakan warga.
“Jalan di sana terakhir diaspal tahun 2010 dengan APBD. Sekarang kondisinya sudah seperti parutan. Dengan intensitas kendaraan perusahaan yang tinggi, seharusnya mereka ikut bertanggung jawab,” tegasnya.
Ia menambahkan, keberadaan aktivitas bongkar muat memang memberi dampak ekonomi bagi warga sekitar, khususnya melalui pekerjaan bongkar muat dan usaha kecil di sekitar pelabuhan. Namun, kondisi itu tidak boleh mengorbankan kenyamanan masyarakat lainnya.
“Pedagang kecil pun terdampak, lapaknya tertutup truk yang parkir sejak sore. Anak-anak yang menyeberang jalan juga berisiko karena lalu lintas kendaraan perusahaan tidak terkendali,” ucap Sutami.
Untuk itu, ia mendorong pemerintah daerah bersama instansi terkait melakukan pengecekan langsung. Jika pelabuhan tersebut memang milik perusahaan, Sutami menilai sudah seharusnya perusahaan membangun pelabuhan khusus untuk kegiatan bongkar muat.
“Perusahaan sudah beroperasi lebih dari 10 tahun. Jadi jangan lagi menumpang di pelabuhan yang ada permukiman. Mereka harus punya pelabuhan sendiri. Dengan begitu, masyarakat tetap nyaman dan perusahaan juga tidak terganggu,” pungkasnya. (Irfan).













