TANJUNG REDEB – Banjir yang sempat menerjang wilayah Kampung Tumbit Melayu beberapa waktu lalu, belum memberikan dampak signifikan terhadap tanaman pangan milik petani. Hingga saat ini, kondisi lahan pertanian masih terpantau aman dan terkendali.
Kepala Bidang Tanaman Pangan DTPHP Berau, Suwardi Lattas, mengungkapkan bahwa kenaikan air memang sempat menggenangi sebagian area pertanian, namun belum sampai merusak tanaman.
“Memang kemarin ada informasi air mulai naik. Tapi sebelum air tinggi, sudah lebih dulu surut,”. ujar Suwardi ditemui di ruang kerjanya, Selasa (23/12).
Menurut Suwardi, petugas lapangan juga telah turun langsung untuk memastikan kondisi tanaman di lokasi terdampak. Hasilnya, belum ditemukan adanya kerusakan pada tanaman pangan. “Petugas kami sudah cek langsung ke lokasi, dan sementara ini masih aman. Belum ada dampak ke tanaman,” jelasnya.
Meski demikian, ia mengatakan bahwa situasi tetap perlu diwaspadai, mengingat curah hujan masih berpotensi tinggi. Banjir yang bertahan lebih lama berisiko merusak tanaman, terutama tanaman semusim seperti padi.
“Kalau sampai tanaman panen kebanjiran, apalagi mendekati masa panen, itu bisa sangat berpengaruh,” tambahnya.
Untuk itu, pihaknya terus melakukan pemantauan lapangan dan mengimbau petani agar tetap waspada terhadap perubahan cuaca. “Selama air masih bisa surut dan tidak bertahan lama, tanaman masih bisa diselamatkan,” pungkasnya. (Ta)













