TANJUNG REDEB – Volume sampah di wilayah kerja UPT Kebersihan Talisayan meningkat selama lonjakan kunjungan wisatawan pada libur Lebaran tahun ini. Tercatat, sampah yang masuk ke TPA Talisayan mencapai 364 ton atau setara 726 kubik.
Kepala UPT Kebersihan Talisayan, Dian Novita Kusniarsih, mengatakan peningkatan terjadi seiring meningkatnya aktivitas wisata, khususnya di kawasan pesisir.
Meski meningkat, penanganan sampah di objek wisata disebut masih terkendali. Petugas menyiapkan tempat sampah di sejumlah titik untuk memudahkan pengunjung.
“Di setiap titik lokasi wisata sudah disediakan tempat sampah,” katanya.
Ia menambahkan, peningkatan volume sampah juga terjadi di destinasi pesisir dan pulau. Namun kondisi tersebut tetap dapat ditangani karena sudah ada petugas yang menangani langsung di lapangan.
“Setiap daerah wisata sudah memiliki petugas, baik dari pengelola wisata maupun petugas kebersihan kampung,” jelasnya.
Di sisi lain, Dian mengungkapkan masih ada wilayah yang belum memiliki fasilitas tempat pembuangan sementara (TPS), yakni di Kecamatan Batu Putih dan Kecamatan Biduk-Biduk. Meski demikian, penanganan sampah tetap dilakukan oleh petugas yang ada di masing-masing kawasan wisata.
Ia menyebut, kendala utama dalam penyediaan fasilitas pengelolaan sampah di kawasan wisata adalah keterbatasan anggaran. Menurutnya, pengadaan sarana maupun tenaga pelaksana membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
“Terkait penyediaan pengelolaan sampah dibutuhkan anggaran yang tidak sedikit, baik untuk pengadaan sarana maupun petugas pelaksana,” pungkasnya. (Man)













