Follow kami di google berita

Pelabuhan SDF Tarakan Dianggap Semerawut, Penataan Dipertanyakan

A-news.id, Tanjung Selor – Pelabuhan SDF Tarakan, yang merupakan pintu masuk dan keluarnya masyarakat Kalimantan Utara, dinilai masih perlu pembenahan. Kondisi pelabuhan tersibuk tersebut dianggap masih semerawut dan butuh penataan, terutama di area kepergian dan kedatangan penumpang.

Penyebab semerawutnya pelabuhan ini antara lain karena kendaraan roda dua dan roda empat yang parkir di area ujung dermaga serta keberadaan pedagang di pintu kedatangan dan perginya penumpang. Akibatnya, sistem penataan dan ketegasan dari pihak terkait dinilai masih belum mampu mengatasi permasalahan pelabuhan tersebut.

Sebelumnya, sudah dilakukan penataan terhadap kendaraan yang masuk hingga ujung dermaga sehingga kondisi terlihat longgar. Namun, baru-baru ini situasi kurang tertata tersebut kembali lagi.

Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara, Andi Nasuha, mengakui pihaknya telah melakukan berbagai cara untuk penataan pelabuhan SDF Tarakan. Namun, penyelesaian penataan pelabuhan tidak bisa diselesaikan sendiri, tetapi perlu komitmen bersama untuk menciptakan pelabuhan yang tertata dan jauh dari kata semerawut.

“Setiap saat itu, kita mengingatkan kepada UPTD penyelenggara pelabuhan SDF Tarakan agar jangan sampai kondisi pelabuhan itu semerawut, kan kita sering tegur,” bebernya kepada A-News.id baru-baru ini.

Salah satu kendala yang dihadapi adalah penertiban pedagang yang berada di area pintu masuk pelabuhan. Padahal, area pelabuhan seharusnya steril dari pedagang.

“Tempat ini (Pelabuhan SDF) harusnya steril, tapi yang masuk kita bisa lihat sendiri. Ada yang mengaku dari pihak A atau B, sehingga ini sudah biasa kita dapatkan,” ujarnya.

Selain itu, penataan pelabuhan juga terkadang hari ini bagus, besok akan kembali lagi tidak bagus. Meski demikian, Dishub Kaltara tetap mengimbau kepada masyarakat agar menjaga keamanan dan kenyamanan pelabuhan tersebut.

Andi Nasuha juga menyampaikan pihaknya sudah mencoba memindahkan para pedagang karena penyumbang terbesar penataan yang kurang maksimal karena pedagang.

“Apapun kita bersihkan, sampah selalu dibuang sembarangan dan pengguna jasa calon penumpang dikuasai pedagang,” ujarnya.

Upaya persuasif terus dilakukan Dishub Kaltara agar tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.

Sementara itu, Asisten bidang perekonomian dan pembangunan Kaltara, Bustan, menjelaskan pihaknya akan segera membenahi dan memperingati instansi terkait karena OPD terkait sangat berkaitan erat.

“Saya minta untuk diperhatikan, apalagi saat nataru kemarin. Saya cek terjadi kemacetan sampai pintu gerbang. Ya, kalau bisa kita tetap berlakukan regulasi sesuai pergub itu,” sebutnya.

Evaluasi terhadap UPTD juga akan dilakukan, namun juga harus fleksibel dan mendapatkan izin dari pelaksana teknis.

“Ini pekerjaan rumah (PR) kepala UPTD Tengkayu 1 yang memang saya terus evaluasi,” tutupnya. (Lia)

Bagikan

Subscribe to Our Channel