NAJIRAH GANTIKAN SUAMINYA ALMARHUM ADI DARMA DAMPINGI BASRI RASE DI PILKADA BONTANG

Najirah (kiri) Sri Juniarsih (kanan)

ANEWS, Bontang – Menjawab pertanyaan warga masyarakat Bontang siapa yang akan menggantikan Calon Walikota Adi Darma, yang meninggal dunia sebelum pencabutan nomor urut untuk mengikuti Pilkada Bontang 2020 terjawab sudah dengan ditunjuknya isteri almarhum Najirah Adi Darma oleh Koalisi Partai Pengusung PDIP dan PKB untuk mendampingi Basri Rase, namun ada pertukaran posisi dimana sebelumnya Basri Rase sebagai Calon Wakil Walikota naik menjadi Calon Walikota dan Najirah Adi Darma sebagai Calon Wakil Walikota Bontang.
Hal itu disampaikan ke awak media oleh Ketua DPC PDIP Bontang, H Maming Jumat (2/10/2020) di kantor DPC PDIP Bontang.

DPC PDIP Bontang sepakat mengusulkan istri mendiang Adi Darma, Najirah melanjutkan langkah politik di Pilkada Bontang, namun mengubah formasi kandidat. Basri Rase naik menjadi calon wali kota (Cawali), sedangkan calon wakil wali kota-nya diisi oleh Najirah. “Mengutamakan keluarga dulu, dan atas keputusan internal, akhirnya bu Najirah yang kami usulkan,” kata Ketua DPC PDIP Bontang, Maming. Selanjutnya formasi baru ini akan direkomendasikan ke DPD dan DPP PDIP sebagai penentu. “Banyak nama yang diusulkan termasuk ketua DPC PDIP, tapi memang disepakatinya Basri-Najirah,” tambahnya.

Nama Najirah Adi Darma dipilih bukan hanya atas pertimbangan dari pihak keluarga, tetapi juga adanya permintaan dari banyak pihak, termasuk dari tim pemenangan hingga relawan. “Banyak ibu-ibu yang minta bu Najirah maju. Tapi ini baru usulan ya. Nanti jadi Basnah, Basri-Najirah,” katanya. Sementara Ketua Harian PKB Bontang Suwartono menyebut, Basri Rase tidak mempermasalahkan posisi apa pun yang diamanahkan kepadanya. “Dari awal tidak masalah mau jadi wali kota atau wakil beliau tidak cari jabatan tapi lebih kepada manfaatnya kepada masyarakat, kalau kemudian diusulkan jadi wali kota alhamdulillah,” ujarnya. Sebelumnya, nama Ferza Agustia juga dikabarkan akan maju menggantikan ayahnya, namun kemudian PDIP dan PKB sepakat mengusulkan Najirah untuk maju bersama Basri Rase.

Selanjutnya kedua partai pengusung menunggu arahan dari DPP masing-masing untuk mengikuti tahapan berikutnya.

Ditenggat 7 hari setelah calon dinyatakan berhalangan tetap, membuat PKB dan PDIP harus bergerak cepat menyiapkan pengganti Adi Darma. Bukan hanya soal nama namun juga segala macam pemberkasan administrasi kelengkapan calon.

Peristiwa serupa juga dialami Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Berau, Muharram – Gamalis, dimana Calon Bupati H. Muharram, S.Pd, MM meninggal dunia 22 September 2020 lalu dan atas kesepakatan koalisi partai pengusung serta usulan dari berbagai relawan dan pendukung akhirnya menunjuk isteri almarhum Hj. Sri Juniarsih, M.Pd sebagai penggantinya untuk mengisi posisi Calon Bupati Berau mendampingi Calon Wakil Bupati H. Gamalis, SE yang diusung PKS, PPP, Partai Demokrat, Gerindra, dan PAN serta didukung PKB, dan Partai Gelora.

Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Berau, Sri Juniarsih dan Gamalis ini sudah didaftarkan ke KPU Berau dan juga sudah melakukan pemeriksaan kesehatan. Tahapan berikutnya adalah penetapan sebagai calon yang diikuti dengan pemberian nomor urut 2 oleh KPU Berau, karena pasangan lainnya Seri Marawiah – Agus Tantomo sudah mendapatkan nomor urut 1.

Bedanya kalau di Bontang Najirah bertukar posisi menjadi Calon Wakil Walikota mendampingi Basri Rase yang sebelumnya Calon Wakil Walikota yang naik menjadi Calon Walikota Bontang, sementara Sri Juniarsih mengisi posisi yang ditinggalkan almarhum suaminya, sebagai Calon Bupati mendampingi Gamalis, Calon Wakil Bupati Berau. (irw/wal/zul)

Bagikan