Meski Stok Aman, Harga Beras di Pasar Sanggam Adji Dilayas Naik

A-News.id, Berau – Pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengungkapkan, untuk komoditi seperti beras saat ini mengalami kenaikan harga. <span;>Salah satunya, akibat naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) di awal September 2022, Jumat (9/12/2022).

Seperti dikutip dari cbncindonesia.com, secara rata-rata nasional naik Rp80 jadi Rp12.770 per kg beras premium di tingkat pedagang eceran. Dan beras medium naik Rp60 jadi 11.180 per kg.

Kondisi serupa ternyata juga terjadi di Kabupaten Berau. Dari hasil penelusuran tim A-News.id di pasar tradisional Sanggam Adji Dilayas, Kecamatan Teluk Bayur, sejumlah pedagang mengaku harga beras memang mengalami kenaikan.

Seorang pedagang Ros menyatakan, harga eceran melonjak sejak akhir November 2022. Perkarung beras ukuran 25 kilogram yang biasa dijual Rp315 ribu kini melonjak menjadi Rp350 ribu.

Kenaikan tersebut kata Ros menyebabkan harga eceran tentu saja ikut naik dari Rp12 ribu menjadi Rp 14 ribu perkilogramnya. Sejak harga jual beras melonjak tak jarang ia selaku pedagang menerima banyak keluhan dari pembeli.

“Keluhan ada saja, ada yang bilang kenapa naik, kenapa kok mahal tapi kata kami bukan kami yang menaikkan, itu dari sananya (agen),” ungkapnya.

Pembeli mengeluh kenaikan harga bahan pokok ini karena hampir bersamaan dengan harga kebutuhan lainnya. Dampak lain yang dirasakan akibat kenaikan tersebut yakni kesulitan ekonomi.

“Sebagai warga pasti mengeluh, apalagi hampir semua kebutuhan pokok ada yang naik juga, paling tidak kita harus hemat untuk mensiasatinya,” ujar warga Teluk Bayur, Martina.

Warga berharap pemerintah turun tangan mengatur harga kebutuhan pokok dengan menggelar pasar murah dan sejenisnya agar masyarakat tidak semakin terbebani. (mik)

Bagikan