TANJUNG REDEB – Hingga kini, wisata bahari dan pulau masih menjadi pilihan utama wisatawan. Namun sayangnya, di beberapa objek wisata unggulan ini, fasilitas untuk pengunjung masih sangat minim. Salah satunya yakni di Pulau Kaniungan.
Dikenal sebagai objek wisata dengan sebutan private island, ternyata tak sesuai dengan namanya. Hal ini juga diakui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau.
Ditemui beberapa waktu lalu, Sekretaris Disbudpar Berau, Samsiah mengatakan jika untuk Pulau Kaniungan memang belum ada pengembangan pokdarwis dan lain-lain, karena memang Kaniungan ini mendapatkan perlakukan khusus.
“Karena memang kebanyakan penduduknya itu bukan orang asli sana. Banyak datang dari luar. Itulah kenapa kemarin kami mengusulkan untuk membuat masterplan supaya apa yang akan kita buat ke depan, program yang akan kita buat ke depan itu benar-benar terencana dengan baik,” terangnya.
Perlunya masterplan karena jangan sampai terjadi seperti pulau lain, yang bahkan sampai harus kehilangan daratan, lantaran tak ada pencegahan.
“Itu jadi tindakan awal. Dengan membuat master plan, karena selama ini memang arah kami belum ke Kaniungan karena memang secara anggaran kita tidak bisa memenuhi semua keinginan wisatawan,” tambahnya.
Kaniungan sebenarnya prioritas dari provinsi Kaltim, sehingga kinerja pengelolaannya dijalankan dengan sistem berbagi. Dan langkah awal yang dilakukan adalah dengan membuat master plan.
“Mungkin tahun ini akan kami paparkan seperti itu. Nah kami juga berharap ini menjadi perhatian pemerintah kampung setempat. Bagaimana mereka punya inisiatif seperti desa-desa yang lain. Membentuk Pokdarwis sendiri,” harapnya. (Ard)













