Follow kami di google berita

Long Pelay Rawan Turun Status Jadi Kampung Tertinggal

TANJUNG REDEB – Meskipun status kampung di Kabupaten Berau sudah tak ada yang tertinggal, namun beberapa kampung ternyata berpotensi turun status atau rawan. Hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi Pemkab Berau yang perlu perhatian khusus.

“Khususnya di Kecamatan Kelay. Di sana ada 14 kampung, yang statusnya sudah tak ada yang tertinggal. Namun masih ada kampung yang skornya tipis sekali dalam indeks desa,” terang Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau, Tenteram Rahayu dalam rapat koordinasi percepatan pembangunan di Kelay, di Mercure Hotel, Selasa (14/4/2026).

Dikatakannya, meskipun di Kecamatan Kelay belasan kampung itu berstatus berkembang dan maju, namun jika tak dijaga dengan ekstra, maka bisa saja poin indeks desanya bisa turun.

“Saat ini ada 8 kampung berstatus berkembang dan 6 kampung status maju. Tapi untuk Kampung Long Pelay itu masuk status berkembang, tapi poinnya tipis sekali, di angka 59,48,” tambahnya.

Dengan poin yang cukup tipis itu, jika ada bencana alam atau sesuatu hal yang merubah rona atau kondisi di kampung itu, maka status kampung bisa saja turun menjadi tertinggal.

“Perlu adanya perhatian khusus dari semua dinas yang ada. Karena untuk menjaga poin ini dibutuhkan ekstra kerja, salah satunya dengan pembentukan tim percepatan pembangunan dimana di dalamnya adalah semua dinas yang ada,” tutur Tenteram.

Selain Long Pelay, salah satu kampung di Kecamatan Kelay yang memiliki skor atau poin tertinggi dan berstatus maju adalah Kampung Long Beliu. Tetapi, kampung ini juga membutuhkan perhatian dan dorongan agar poinnya bisa meningkat dan naik status menjadi kampung mandiri.

Indeks Desa (ID) 2025 adalah indikator komposit (total skor 635) yang mengukur status kemandirian desa melalui 6 dimensi yakni layanan dasar (pendidikan, kesehatan, utilitas), layanan sosial, ekonomi, lingkungan, aksesibilitas, dan tata kelola pemerintahan.

Status desa ditentukan berdasarkan persentase skor, mandiri (79,63 persen), maju (69,35 – 79,62 persen), berkembang (57,39 – 69,34 persen) tertinggal (49,49 – 57,38 persen) dan sangat tertinggal (49,48 persen). (Ard)

Bagikan

Subscribe to Our Channel