TANJUNG REDEB – Penataan pedestrian di beberapa ruas jalan dalam Kota Tanjung Redeb dianggap menghilangkan identitas lokal Berau. Seperti yang tampak di Jalan Milono, Tanjung Redeb.
Penataan dengan konsep menyerupai kawasan wisata di Yogyakarta, menuai pro dan kontra di tengah masyarakat. Sebagian warga menilai konsep tersebut lebih menonjolkan jiplakan model ketimbang menampilkan identitas lokal Berau.
Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Berau, Gamalis, menilai perbedaan pandangan merupakan hal wajar dalam setiap proses pembangunan. Kebijakan tersebut disebut tetap dilihat dari sisi manfaat bagi masyarakat.
“Kalau tidak dibangun, identitas Berau tetap ada tapi dianggap kurang bagus. Kalau dibangun, dibilang menghilangkan identitas. Jadi sebaiknya kita lihat dari kacamata kebaikan,” ujarnya saat ditemui media A-News, Rabu (7/1/2026).
Menurutnya, tidak melakukan pembangunan justru akan memunculkan anggapan bahwa pemerintah tidak melakukan pembangunan. Sementara pembangunan kerap dihadapkan pada kritik.
“Kalau tidak membangun, dianggap tidak membangun. Kalau membangun, dianggap salah aturan. Membangun salah, tidak membangun apalagi,” tambahnya.
Dengan hal itu, Gamalis memastikan penataan pedestrian Jalan Milono tetap dilanjutkan sebagai bagian dari upaya penataan kawasan perkotaan dan peningkatan kenyamanan publik. (Man)













