KEBUTUHAN PANGAN MASIH SUPLAI DARI LUAR DAERAH, INI TANGGAPAN DISTANAK BERAU

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Berau Mustakim

ANEWS, Berau – Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Berau Mustakim mengatakan hanya karena masalah irigasi jadi potensi sawah yang seharusnya bisa diolah karena irigasinya bermasalah jadi belum bisa maksimal, Rabu (24/3/2021)

“Kalau hitung-hitungan statistik beras di Kabupaten Berau tercukupi, cuman kalau realnya di lapangan itu masih banyak beras dari luar yang masuk ke Berau, kalau hitungan statistik antara produksi padi kita dengan jumlah penduduk di Kabupaten Berau tercukupi,”jelasnya.

Sentra padi yang menghasilkan padi terbanyak sampai saat ini yakni Kampung Buyung-Buyung, Labanan, Tasuk, Semurut, dan Biatan Ilir, 5 tempat tersebut potensi padinya sudah terolah dengan baik.

“Sebetulnya kalau masalah potensi itu seharusnya terolah semua seperti di Merancang kan ada bendungan hanya saja irigasinya yang bermasalah  jadi sawahnya tidak bisa diolah dengan maksimal dan Segah juga potensinya besar tetapi disana masalah irigasi juga bermasalah,”ungkapnya.

“Ada lagi di Sambaliung bendungan beribit cuman disitu ada bendungan tetapi tidak ada sawahnya, itu potensi, tetapi kedepan itu dijaga Pemerintah Pusat karena itu cadangan untuk produksi pangan, kalau Pemerintah Pusat bangun bendungan itu artinya di atas 1000 hektar targetnya, kalau Merancang itu Pemerintah Provinsi jadi sekitar 1000 hektar, Segah juga sekitar 1000 hektar kurang lebih luasnya,”tuturnya.

Mustakim mengharapkan agar para petani untuk menargetkan petani agar menanam benih padi selama 2 kali setahun.

“Selama ini kan problem mereka yaitu pemasaran beras ini sudah kita link kan MoU petani dengan Bulog jadi mulai bergairah sudah, problem petani itu dulu kalau panen padi sampe panen berikutnya ya masih belum laku dibeli itu saja,”pungkasnya (jul)

Bagikan
bodrum escort - eskişehir esc - mersin escort - mersin escort bayan - mersin esc