Kasus Covid-19 Meroket, Maratua Jaga-Jaga

A-News.id, Maratua – Lonjakan kasus covid-19 di Kabupaten Berau menjadi perhatian pengunjung wisata. Di Kepulauan Maratua misalnya, pengunjung menyatakan, pengelola resort perlu memperhatikan protokol kesehatan bagi wisatawan.

Hal tersebut harus terlaksana lantaran status zona di Berau ini sudah mulai merah dengan jumlah pasien sudah menjadi 80 orang. Tentu jumlah tersebut tidak sedikit, namun semua pihak perlu dilibatkan dalam menekan angka penyebaran tersebut.

“Kita sebagai pengunjung tentu merasa khawatir karena adanya peningkatan (kasus covid-19) seperti yang kita ketahui sendiri sempat ada penurunan namun dalam minggu-minggu ini ada kenaikan,” demikian ujar seorang pengunjung Riska.

Pengunjung itu berharap pihak pengelola wisata maupun resort bisa kembali menyusun strategi agar penularan covid-19 di kawasan wisata dapat dicegah. Terkait hal tersebut, Pengelola Resort Arief mengaku, cara yang dilakukan yakni menyeleksi warga yang ingin menginap dengan cara meminta menunjukkan kartu tanda vaksin.

“Kalau ada yang mau menginap pasti kita minta info dulu pengunjung tersebut agar menunjukkan tanda vaksin booster mereka,” katanya.

Walaupun kenaikan kasus di Berau sudah sigfikan namun diakui pengelola resort tidak ada perubahan arus pengunjung maupun pembatasan-pembatasan yang dilakukan oleh petugas. Dari pandangannya juga, tingkat kunjungan pun kian meningkat di banding saat angka covid lagi tinggi seperti yang terjadi tahun sebelumnya.

“Saat ini pelayanan tetap kita buka seperti biasa, jadi arus pengunjung kita rasa tidak begitu berpengaruh,” tandasnya.

Sementara itu, Camat Maratua Ariyanto menyatakan, saat ini Kecamatan Maratua masih bertahan di zona hijau. Sehingganya antisipasi agar tidak ada timbulnya kasus, dalam waktu dekat dirinya akan berkoordinasi kembali dengan muswayarah pimpinan kecamatan (muspika) menindaklanjuti angka kasus covid-19 yang tinggi di Kabupaten Berau tersebut.

“Sambil kita menunggu instruksi dari Pemkab Berau mengenai langkah menekan angka kasus sementara dari kita juga akan berkoordinasi dengan muspika,” ujar camat.

Diinformasikan sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Berau Totoh Hermanto menyebut, pihaknya tetap mewaspadai lonjakan kasus, hal utama yang dilakukan yakni meningkatkan pemantauan terhadap pasien yang isolasi mandiri karena ia menilai, pemantauan jangan sampai mengalami kelonggaran yang bisa menyebabkan pasien yang sedang menjalani masa perawatan tersebut dapat beraktivitas dengan bebas hingga berinteraksi dengan orang sekitarnya.

Termasuk kata Totoh, mengimbau agar masyarakat tidah lengah untuk mematuhi protokol kesehatan. Sebab saat ini dengan melandainya kasus membuat euforia masyarakat semakin tidak terkontrol bahkan mengabaikan prokes covid-19.

“Saya kira itu tidak usah dipermasalahkan jadi tidak perlu ditakuti,” katanya seperti yang diberitakan A-News.id pada, Selasa (1/11/2022). (mik)

Bagikan