TANJUNG REDEB – Pasar perikanan budidaya di Kabupaten Berau masih ditopang oleh empat komoditas utama, yakni ikan nila, ikan mas, ikan patin, dan ikan lele, yang hingga kini menjadi andalan pembudidaya keramba.
Kepala Seksi (Kasi) Pengembangan Kawasan Dinas Perikanan (Diskan) Berau, Budiono, mengatakan fokus budidaya keramba di Berau memang mengarah pada empat jenis ikan tersebut karena relatif mudah dipelihara dan memiliki pasar yang jelas.
“Jenis ikan yang dibudidayakan itu tergolong mudah dikembangbiakkan dan sudah memiliki pasar masing-masing. Selain itu juga digemari masyarakat,” ujarnya, saat ditemui Senin (9/2/2026).
Ia menjelaskan, untuk komoditas ikan nila, ikan mas, dan ikan patin, daya serap pasar hingga saat ini masih tergolong baik. Permintaan pasar lokal dinilai mampu menyerap hasil panen pembudidaya, bahkan pada kondisi tertentu pasokan masih belum mencukupi.
“Kalau untuk ikan mas, ikan patin, dan ikan nila alhamdulillah pemasarannya baik.” jelasnya.
Sementara itu, kondisi berbeda terjadi pada komoditas ikan lele. Menurut Budiono, pemasaran lele kerap menghadapi kendala ketika panen dilakukan secara bersamaan oleh banyak pembudidaya.
“Kalau ikan lele, memang kalau panennya bersamaan ada kendala. Tapi sekarang pembudidaya sudah banyak yang berinovasi, ikannya diolah jadi produk jadi, bukan hanya dijual segar,” katanya.
Budiono menambahkan, balai benih ikan milik pemerintah daerah turut mendukung keberlanjutan budidaya dengan menyuplai benih ikan nila, ikan mas, ikan patin, dan ikan lele bagi pembudidaya di berbagai wilayah Berau.
Ia berharap, pengembangan produk olahan, khususnya ikan lele, dapat terus diperkuat agar mampu meningkatkan nilai tambah sekaligus menjaga stabilitas pasar perikanan budidaya di Kabupaten Berau. (Man)













